
ThePhrase.id – Masyarakat menyambut wajah baru Planetarium Jakarta dengan antusiasme tinggi, yang turut memunculkan kekhawatiran terkait mekanisme penjualan tiket. Saat ini, tiket Planetarium Jakarta tersedia melalui pembelian daring serta dapat dibeli langsung di lokasi.
Skema tersebut diterapkan untuk mengakomodasi pengunjung yang sebelumnya mengalami kesulitan memperoleh tiket melalui pemesanan online.
Dalam beberapa waktu terakhir, tiket Planetarium Jakarta yang dijual secara daring kerap habis dalam hitungan menit setelah dibuka. Kondisi tersebut memicu keluhan dari masyarakat, termasuk pengunjung yang datang langsung ke lokasi namun tidak dapat masuk karena kuota tiket online telah terpenuhi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa sistem penjualan tiket kini dibagi antara online dan offline. Ia menyebutkan, sebagian tiket disediakan untuk pembelian langsung di lokasi guna memberikan kesempatan bagi pengunjung yang tidak berhasil mendapatkan tiket secara daring.
Kebijakan tersebut diambil setelah melihat tingginya antusiasme masyarakat, termasuk pengunjung dari luar Jakarta seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang. Menurutnya, banyak pengunjung yang datang ke Planetarium namun harus kembali tanpa menonton pertunjukan karena kehabisan tiket daring.
Selain soal mekanisme penjualan tiket, muncul pula kekhawatiran masyarakat terkait potensi praktik percaloan, seiring terbatasnya jumlah tiket dan tingginya permintaan. Menanggapi hal tersebut, pengelola Planetarium Jakarta memastikan bahwa penjualan tiket dilakukan melalui kanal resmi dan tidak melibatkan pihak perantara.
PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola menyatakan bahwa tiket Planetarium Jakarta hanya dapat diperoleh melalui sistem resmi, baik secara online maupun pembelian langsung di lokasi. Jakpro menegaskan tidak bekerja sama dengan pihak ketiga dalam penjualan tiket dan terus melakukan pengawasan untuk mencegah praktik percaloan.
Pengelola juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli tiket dari sumber yang tidak resmi serta datang lebih awal apabila ingin membeli tiket secara langsung. Selain itu, evaluasi terhadap sistem ticketing akan terus dilakukan untuk menyesuaikan dengan kapasitas pertunjukan dan minat pengunjung.
Planetarium Jakarta sendiri kembali dibuka untuk umum setelah menjalani revitalisasi, dengan sejumlah pembaruan pada fasilitas dan konten pertunjukan. Sejak dibuka kembali, tempat edukasi astronomi tersebut menarik perhatian masyarakat, terutama pada masa libur akhir tahun, yang turut meningkatkan kebutuhan pengaturan tiket secara lebih ketat. [Syifaa]