TikTok Membuka Ribuan Lowongan Kerja di Tengah Ramainya PHK

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – TikTok membuka ribuan lowongan kerja di tengah ramainya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di beberapa start-up dan perusahaan teknologi raksasa seperti Meta dan Twitter. Belakangan ini TikTok menjadi platform media sosial yang disebut menjadi saingan meta dan beberapa e-commerce.

Kabar mulai dari Twitter yang PHK massal karyawannya hingga kabar penutupan Twitter yang terjadi dampak dari perubahan oleh Elon Musk. TikTok melakukan sebaliknya, CEO TikTok Shou Zi Chew sedang membuka lowongan kerja besar-besaran di Amerika Serikat.

Dikutip dari Wall Street Journal, perusahan tersebut akan membuka lowongan karja bagi 3.000 software engineers atau insinyur perangkat lunak dari 1.000 karyawan yang sudah ada di Mountain View, California.

Kantor TikTok di Culver City, California, AS. (Foto: Chris Delmas/AFP via Getty Images)

ByteDance yang merupakan perusahaan induk TikTok, platform video pendek milik China yang sedang berkembang pesat saat ini mencuri pasar saham yang selama ini dikuasai oleh Meta dan beberapa perusahaan teknologi AS.

TikTok tetap berhati-hati dalam hal rekrutmen lowongan kerja. “Kami masih membuka lowongan, meskipun dengan kecepatan yang menurut kami sesuai dengan tantangan yang sedang kami hadapi,” ujar Shou Zi Chew pada saat forum ekonomi Bloomberg di Singapura beberapa waktu lalu.

TikTok tidak memiliki kantor pusat resmi tetapi memiliki kantor besar di Los Angeles, New York, Dublin, London dan Singapore serta ByteDance yang berpusat di Beijing. Platform ini memiliki sekitar 130.000 karyawan di seluruh dunia. Perusahaan ini merekrut lebih dari 20.000 karyawan dengan sekitar seperempatnya di AS.

TikTok
Kantor pusat ByteDance di Beijing. (Foto: Imaginechina/AP)

Rekrutmen karyawan besar-besaran ini, seiring dengan rencana perusahaan tersebut untuk meningkatkan ukuran engineering hub-nya di Amerika yang sudah memiliki lebih dari 1.000 insiyur. Diketahui perekrutnya dengan sengaja mendekati mantan karyawan yang baru di PHK dari perusahaan saingan seperti Meta dan Twitter.

Dengan perkembangannya yang pesat, TikTok masih menghadapi tantangan ekonomi yang terjadi. Perusahaan tersebut telah mengurangi target pendapatan periklanan dari USD 12 milliar menjadi USD 10 miliar.

Di sisi lain, TikTok yang sudah mampu mengalahkan Facebook dan Instagram dalam hal popularitas. Sebelumnya setelah bertahun-tahun mengalami kerugian yang besar, akhirnya pada kuartal pertama tahun 2022 mendapatkan laba operasi, sebagaimana dilaporkan The Wallstreet Journal. [Syifaa]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you