
Thephrase.id - Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 menghadapi kendala setelah rencana pertandingan uji coba melawan dua negara Timur Tengah pada FIFA Matchday November 2026 terancam batal akibat situasi keamanan di kawasan tersebut.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah menyiapkan dua pertandingan tandang sebagai bagian dari persiapan Tim Merah Putih menghadapi turnamen yang akan berlangsung di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027.
Namun, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat PSSI harus mempertimbangkan kembali rencana tersebut, terlebih setelah muncul laporan serangan Yordania terhadap Suriah pada Senin, 26 Oktober 2026.
"Memang situasi di Timur Tengah ini menjadi hal-hal yang mengkhawatirkan. Kemarin Yordania saja baru menyerang Suriah setelah penyerangan, tentu, di sebuah rumah ibadah," ujar Erick.
"Ya, ini cukup memprihatinkan kita. Padahal, kita punya dua lawan tanding di Timur Tengah yang memang kita harapkan menjadi bagian persiapan untuk Piala Asia 2027," jelasnya.
Meski belum mengungkapkan identitas kedua calon lawan Timnas Indonesia, Erick memastikan bahwa PSSI akan segera menentukan langkah berikutnya dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan keselamatan seluruh pemain.
"Mungkin, ya, satu atau dua hari ke depan kita harus ambil keputusan seperti apa. Yang pasti, tentu kita harus bekerja sama dengan pemerintah, memastikan keselamatan pemain, tentu," imbuhnya.
Di tengah ketidakpastian agenda pertandingan di Timur Tengah, PSSI juga tidak memiliki opsi untuk menggelar laga kandang pada November 2026 karena Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, sedang menjalani perawatan dan memiliki jadwal kegiatan lain.
"Saya rasa situasi main di kandang tidak mungkin saat ini. SUGBK sedang dalam perawatan yang masif, dan ada beberapa acara besar yang tentu kita harus saling mendukung," kata Erick.
Selain persoalan stadion, Erick menjelaskan bahwa agenda pertandingan di luar negeri sebenarnya telah menjadi bagian dari rencana PSSI untuk memberikan pengalaman bertanding kepada para pemain sebelum mengikuti Piala Asia 2027.
"Dan memang sudah ada komitmen bahwa tim nasional untuk bermain di luar negeri pada November 2026," sambungnya.
Erick menambahkan bahwa pertandingan tandang juga diperlukan untuk membentuk karakter pemain, sementara kesempatan kembali tampil di hadapan pendukung sendiri diharapkan dapat terwujud pada FIFA Matchday Maret 2027.
"Tetapi ini bagian juga pembentukan karakter ketika kita bermain di luar. Mudah-mudahan Maret 2027 kita bisa kembali bermain di SUGBK, karena memang SUGBK itu kan tempatnya tim nasional," pungkasnya.