sportTimnas Indonesia

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Ungkap Dampak Besar untuk Sepak Bola Asia Tenggara

Penulis Ahmad Haidir
Oct 08, 2026
Timnas Indonesia mencatat sejarah dengan menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Foto FIFA.
Timnas Indonesia mencatat sejarah dengan menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Foto FIFA.

Thephrase.id - Timnas Indonesia mencatat sejarah dengan menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menundukkan Timnas Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2, menyusul hasil imbang 2-2 selama waktu normal dalam babak final yang turut disaksikan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Turnamen tersebut menjadi edisi pertama FIFA ASEAN Cup sekaligus bagian dari agenda kompetisi FIFA yang dirancang untuk mempertemukan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dalam format pertandingan internasional yang terstruktur.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai kehadiran FIFA ASEAN Cup menjadi bagian penting dari perkembangan sepak bola Asia Tenggara sekaligus menunjukkan semakin eratnya kerja sama antara FIFA dan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF).

FIFA ASEAN Cup lahir setelah FIFA dan ASEAN memperbarui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam ASEAN Summit ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26 Oktober 2025, dengan turnamen tersebut digelar bersamaan dengan FIFA ASEAN Challenge Cup di Hong Kong, China.

Secara keseluruhan, dua kompetisi tersebut melibatkan 14 negara, termasuk seluruh 11 negara anggota ASEAN. FIFA ASEAN Cup juga menghadirkan Bangladesh dan Pakistan yang berasal dari Federasi Sepak Bola Asia Selatan (SAFF) sebagai negara undangan.

Bagi Indonesia, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup menjadi turnamen FIFA ketiga yang digelar di Tanah Air sejak 2023 setelah FIFA U-17 World Cup 2023 dan FIFA Series 2026, sehingga pengalaman menjadi tuan rumah kompetisi internasional menjadi salah satu modal dalam menggelar edisi perdana turnamen tersebut.

"Piala Dunia U-17 merupakan kesempatan penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kemampuannya menjadi tuan rumah turnamen besar dunia untuk kelompok usia muda, sementara FIFA Series memberikan kesempatan kepada Timnas Indonesia dan tim-tim lainnya untuk berkompetisi dalam lingkungan internasional yang lebih luas," tegas Erick Thohir.

Erick Thohir menilai FIFA ASEAN Cup memiliki karakter berbeda karena kompetisi tersebut membawa platform global FIFA lebih dekat dengan sepak bola Asia Tenggara, sekaligus menjadikan sepak bola sebagai sarana untuk mempererat hubungan antarnegera di kawasan.

"Namun, FIFA ASEAN Cup istimewa karena membawa platform global FIFA langsung ke jantung sepak bola Asia Tenggara. FIFA ASEAN Cup memiliki karakter yang berbeda. Turnamen ini tentang menyatukan kawasan melalui sepak bola," beber Erick Thohir.

Perkembangan sepak bola Asia Tenggara dalam satu dekade terakhir turut terlihat dari sejumlah pencapaian negara-negara di kawasan tersebut, termasuk keberhasilan Timnas Indonesia mencapai babak gugur Piala Asia 2023 untuk pertama kalinya. Selain itu, Timnas Vietnam menembus putaran final kualifikasi Piala Dunia, serta Timnas Filipina dan Timnas Singapura meraih tiket perdana ke Piala Asia bukan sebagai tuan rumah.

Timnas Thailand juga berhasil mengakhiri penantian selama 47 tahun untuk kembali mencapai babak gugur Piala Asia 2023. Sedangkan Timnas Malaysia memutus puasa 43 tahun dengan lolos ke Piala Asia 2023 bukan sebagai tuan rumah, sehingga Erick Thohir melihat FIFA ASEAN Cup sebagai kesempatan untuk melanjutkan tren perkembangan tersebut.

"ASEAN memiliki potensi sepak bola yang luar biasa, tetapi setiap negara berada pada tahap perkembangan yang berbeda. Turnamen FIFA memberikan kompetisi internasional yang berharga bagi setiap tim, sekaligus memberikan pengalaman kepada pemain dan pelatih menghadapi gaya bermain yang berbeda," ucapnya.

Erick Thohir menegaskan bahwa tujuan Indonesia tidak berhenti pada peningkatan kualitas Timnas Indonesia, tetapi juga mendorong agar standar sepak bola di seluruh Asia Tenggara terus berkembang karena peningkatan kualitas negara-negara di kawasan akan berdampak pada persaingan dan ekosistem sepak bola secara keseluruhan.

"Bagi Indonesia, tujuan kami bukan hanya mengembangkan tim nasional sendiri. Kami juga ingin melihat standar sepak bola di Asia Tenggara terus meningkat. Ketika tim-tim di kawasan kita semakin kuat, persaingan menjadi semakin kuat dan itu menguntungkan semua pihak. Turnamen seperti ini dapat membantu menciptakan lebih banyak kesempatan internasional, mendorong investasi dalam pengembangan sepak bola, dan memperkuat ekosistem sepak bola di seluruh ASEAN," tandasnya. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic