Tips Mengatasi Skin Barrier yang Rusak

- Advertisement -spot_img

ThePhraseID – Beberapa waktu belakangan ini istilah skin barrier semakin terkenal di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang menggemari produk kecantikan. Bahkan, produk-produk kecantikan yang kini hadir di pasaran kebanyakan mengklaim bahwa bisa memperbaiki skin barrier.

Lantas apa itu skin barrier?
Foto: freepik.com photo by freepik

Melansir byrdie.com, dermatolog  Shari MArchbein, MD, menjelaskan bahwa skin barrier atau sering juga disebut sebagai moisture barrier adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan lapisan atas kulit.

Kulit sendiri terdiri dari tiga lapisan yaitu epidermis yang merupakan lapisan terluar, dermis yang merupakan lapisan tengah yang mengandung kolagen, elastin, serta saraf dan suplai darah kulit, dan lapisan  subcutaneous yang merupakan lapisan pembatas antara kulit dan otot.

Sebagian besar referensi tentang skin barrier dikaitkan pada lapisan paling atas dari epidermis, yaitu stratum korneum.

Secara sederhana, skin barrier memiliki peran untuk melindungi kulit dari tekanan lingkungan, iritasi, dan peradangan, sambil mempertahankan kelembaban.

Apa yang merusak skin barrier?

Meski memiliki peran penting, skin barrier cukup rentan dan dapat rusak akibat faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari, polusi, merokok, dan suhu ekstrem; kerusakan secara fisik seperti kelebihan eksfoliasi dan menggunakan produk iritan; kondisi medis seperti diabetes; dan genetik. Bahkan umur dapat mempengaruhi kesehatan skin barrier loh!

Tentunya, beberapa faktor tersebut tidak bisa dikontrol. Namun, kerusakan yang parah kebanyakan terjadi karena penggunaan produk yang tidak tepat dan terlalu abrasif bagi kulit seperti exfoliator fisik, produk acids yang kuat, serta produk pengering seperti sulfat.

Tanda-tanda skin barrier rusak

Beberapa tanda skin barrier rusak termasuk

  1. Rosacea dan eksim
  2. Iritasi kulit kronis
  3. Kulit yang gatal
  4. Dehidrasi kulit, kulit kusam
  5. Hiperpigmentasi
  6. Infeksi kulit
  7. Penyembuhan luka tertunda

Melansir cosmopolitan.com, dermatolog Bhanusali mengatakan bahwa cara sederhana untuk mengetahui apakah skin barrier Anda rusak atau tidak adalah saat menggunakan pelembab apakah kulit terasa perih atau tidak. Jika perih, berarti skin barrier Anda rusak.

Apakah kerusakan bisa menjadi permanen?

Sangat kecil kemungkinannya Anda akan merusak skin barrier secara permanen melalui aktivitas normal dan rutinitas perawatan kulit saja. Namun, skin barrier Anda mungkin rusak berdasarkan genetika, usia, stres berkepanjangan, dan faktor lingkungan. Inilah mengapa sangat penting untuk memiliki rutinitas perawatan kulit yang melembabkan untuk menjaga kulit tetap sehat dan lebih tahan terhadap kerusakan.

Cara memperbaiki skin barrier

Tidak perlu panik jika skin barrier rusak. Pasalnya ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk memastikan skin barrier kembali sehat.

Minimalisir Skincare

Kunci skin barrier yang sehat adalah menyembuhkannya dengan rutinitas perawatan kulit sederhana dan menggunakan pelembab. Gunakan rutinitas yang minimalis dan menghidrasi setidaknya selama dua hingga tiga minggu. Berarti Anda tidak perlu menggunakan bahan aktif terlebih dahulu.

Gunakan Produk dengan Kadar pH yang Tepat

Melansir sehatq.com, kadar pH kulit wajah yang alami adalah sekitar 5,7. Menggunakan produk yang memiliki pH sesuai sangat baik untuk memperbaiki skin barrier. Anda bisa memilih berbagai produk mulai dari sabun cuci muka hingga pelembab dengan pH 5.5 hingga 6.0.

Menggunakan Produk dengan Kandungan Tepat

Idealnya, rutinitas perawatan kulit Anda harus diisi dengan produk yang mengandung ceramide dan humektan yang dapat memperbaiki skin barrier. Ceramide topikal meniru fungsi pelembab kulit untuk menahan hidrasi, sementara humektan (seperti asam hialuronat dan gliserin) “menarik air molekul dari dermis menuju epidermis untuk menjaga kelembapan kulit Anda.

[nadira]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you