Tips Mengolah Daging dan Jeroan di Tengah Wabah PMK

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tengah merebak di hewan ternak dan menyebabkan kekhawatiran. PMK sendiri menyerang hewan berkuku, termasuk kambing, rusa dan sapi.

Namun apakah itu artinya kita dilarang mengonsumsi sejumlah daging merah tersebut selama wabah PMK?

Melansir Kompas.com, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Slamet Raharjo mengatakan bahwa hewan yang telah tertular virus PMK aman untuk dikonsumsi. Namun, status aman ini berlaku dengan syarat tertentu, yakni daging yang telah dilayukan hingga kadar pH-nya turun hingga di bawah enam.

Namun demikian, Kementerian Pertanian (Kementan) RI menyatakan ada bagian tertentu sapi terkonfirmasi PMK yang sebaiknya tidak dikonsumsi yaitu kaki, organ jeroan dan mulut.

Virus PMK memang tidak pernah menulari manusia, tetapi Kementan tetap menyarankan masyarakat melakukan mengangani dan mengolah daging secara sempurna. Berikut merupakan beberapa tips untuk mengolah daging secara sempurna.

Jangan Dicuci

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI mengatakan bahwa daging yang baru dibeli di pasar sebaiknya tidak dicuci bersih terlebih dahulu. Pihaknya menyarankan masyarakat dalam mengolah daging untuk merebus dahulu daging dalam kondisi belum dicuci untuk membunuh kuman dan bakteri yang menempel di atasnya.

Mencuci daging yang baru dibeli dari pasar dikatakan akan membuat kuman-kuman dan virus lebih mudah menyebar melalui air bekas pencucian yang mengalir. Virus PMK pada daging sapi akan mati pada suhu 50 derajat celcius.

Dinginkan dan Bekukan

Jika masyarakat tidak mau merebus, daging yang disimpan sebaiknya dikemas dengan plastik bersih dan rapat kemudian disimpan di dalam kulkas untuk penggunaan 24 jam atau disimpan di dalam freezer untuk waktu penyimpanan yang lebih lama.

Untuk daging yang dibekukan tetap bisa digunakan kembali melalui beberapa cara yang tepat. Daging yang beku tidak disarankan untuk dicairkan di suhu ruang, tetapi dipindahkan dari freezer ke bagian kulkas hingga mencair perlahan (thawing). Daging beku yang dibiarkan mencair pada suhu ruang justru dikatakan lebih mudah terkontaminasi lebih banyak bakteri.

Beli Jeroan yang Sudah Direbus

Meski disarankan untuk dihindari, sebagai salah satu bagian sapi yang digemari masyarakat Indonesia, jeroan tidak bisa dihindari. Sebagai bagian dari organ yang dilalui darah hingga kotoran, masyarakat memilih jeroan harus yang paling bersih. Jika tersedia, disarankan untuk memilih jeroan yang dijual dalam kondisi sudah direbus.

Untuk menghindari virus PMK, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI menyarankan jika tidak tersedia jeroan yang sudah direbus masyarakat bisa mengolah daging dengan langsung merebusnya selama 30 menit setelah tiba di rumah. Jeroan yang sudah direbus ini bisa langsung diolah atau didinginkan di dalam kulkas dan disimpan untuk diolah di hari berikutnya.

Jangan Membuang Kemasan Sembarangan

Sebelum dibuang ke tempat sampah, masyarakat disarankan untuk membersihkan plastik kemasan daging terlebih dahulu. Kemasan bekas daging ini disarankan untuk dicuci menggunakan deterjen, pemutih atau bahkan cuka dapur untuk membunuh virusnya.

Setelah plastik bekas kemasan bersih, boleh dibuang ke dalam tempat sampah bersamaan dengan sampah yang lain. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus untuk mencemari lingkungan sekitar terutama ketika sudah masuk ke tempat pembuangan akhir.

[nadira]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you