
ThePhrase.id – PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transisi energi bersih di Indonesia. Salah satunya melalui eliminasi 2.139 mesin diesel yang selama ini digunakan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di 741 lokasi.
Nantinya, mesin diesel tersebut akan digantikan dengan pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT).
Melansir Antara, Direktur Utama PT PLN (Persero) melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta (13/04/2026), Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan ketahanan energi sekaligus menekan biaya operasional di sektor ketenagalistrikan.
Menurut Darmawan, ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis solar, menjadi salah satu tantangan utama yang harus segera diatasi. Pasalnya, selain harganya yang relatif mahal, penggunaan BBM juga masih bergantung pada impor.
“Penggunaan energi yang masih berbasis kepada impor dan energi mahal, yaitu BBM, harus segera kami kurangi dalam jangka waktu yang pendek, menengah,” jelas Darmawan.
Oleh karena itu, PLN menargetkan pengurangan penggunaan energi berbasis BBM dalam jangka pendek hingga menengah.
Selain untuk efisiensi biaya, PLN juga melakukan transformasi energi dengan mengubah sumber energi dari yang sebelumnya berbasis impor dan tergolong “energi kotor” menjadi energi bersih yang bersumber dari dalam negeri.
Sebagai pengganti PLTD, PLN telah menyiapkan sejumlah alternatif pembangkit berbasis EBT. Salah satunya adalah pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH), yaitu pembangkit skala kecil yang memanfaatkan aliran air seperti sungai atau air terjun untuk menggerakkan turbin dan generator.
“Kalau tidak ada (mikrohidro) maka kami merancang dan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dilengkapi dengan baterai energy storage system (BESS),” kata Darmawan.
Langkah PLN ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai percepatan realisasi konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di tengah tingginya harga minyak.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah telah meminta agar proses perhitungan hingga realisasi konversi segera dilakukan. Bahkan, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara turut ditugaskan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan PLTD tersebut.
"Danantara diberi tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang PLTD tersebut," jelas Airlangga.[fa]