
ThePhrase.id - Dunia kecantikan tak pernah kehabisan tren menarik. Kini, muncul tren unik bernama “Divorce Dust” yang tengah viral di media sosial dan mencuri perhatian banyak orang. Lantas apa itu Divorce Dust?
Istilah Divorce Dust sebenarnya bukan merujuk pada produk kecantikan tertentu. Sebutan ini digunakan untuk menggambarkan penggunaan body glitter, shimmer spray, atau lotion berkilau yang mudah menempel dan berpindah saat terjadi kontak fisik. Karena sifatnya tersebut, kilau glitter dapat meninggalkan “jejak” pada pakaian, mobil, atau barang milik seseorang yang ditemui secara diam-diam.
Tren ini mulai ramai sekitar setahun lalu ketika pengguna di TikTok dan Instagram bercanda tentang memakai body glitter sebelum berkencan. Logikanya sederhana, glitter sangat mudah berpindah dan sulit dihilangkan. Jika terjadi sentuhan, kilau tersebut bisa terbawa dan berpotensi ditemukan oleh pasangan seseorang.
Salah satu video yang mempopulerkan tren ini bahkan menggunakan caption “married men hate glitter”. Unggahan tersebut langsung viral dan diikuti banyak perempuan sebagai bentuk solidaritas untuk saling mengingatkan soal kejujuran dalam hubungan. Sejak itu, istilah “divorce dust” semakin populer dan bahkan kerap muncul saat orang mencari produk glitter di internet.
Glitter biasanya diaplikasikan di area tubuh yang mudah bersentuhan, seperti bahu, tulang selangka, leher, dan lengan. Jika terjadi kontak fisik, kilau tersebut dapat menempel tanpa disadari. Inilah yang membuat tren ini disebut sebagai “alat pembongkar rahasia” secara tidak langsung.
Beberapa jenis glitter yang sering digunakan antara lain:
Untuk hasil maksimal, glitter biasanya diaplikasikan setelah menggunakan pelembap agar lebih mudah menempel. Area dengan intensitas sentuhan tinggi menjadi pilihan utama agar efek transfer lebih terlihat.
Meski terdengar seperti strategi cerdas, banyak yang menilai Divorce Dust hanyalah tren hiburan di media sosial. Namun di balik sensasinya, tren ini juga membawa pesan tentang pentingnya kejujuran dan saling menghargai dalam hubungan. Pada akhirnya, glitter mungkin bisa meninggalkan jejak, tetapi komunikasi terbuka tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan. [nadira]