
ThePhrase.id - Tren kidulting semakin diminati oleh kalangan orang dewasa. Fenomena ini menggambarkan kebiasaan seseorang kembali melakukan berbagai aktivitas yang identik dengan masa kanak-kanak untuk memperoleh kesenangan sekaligus mengurangi stres.
Istilah kidulting merupakan gabungan dari kata kid yang berarti anak-anak dan adult yang berarti orang dewasa. Kegiatannya beragam, mulai dari mengoleksi mainan, menyusun balok, bermain gim, membuat kerajinan tangan, hingga mengunjungi acara bertema anime dan komik.
Berdasarkan survei lembaga riset Harris Poll melalui laporan The Rise of Kidulting Report, sebanyak 80 persen orang dewasa mengaku masih melakukan aktivitas bermain. Persentase tersebut bahkan mencapai 95 persen pada kelompok Generasi Z.
Survei yang melibatkan 2.158 warga Amerika Serikat (AS) berusia 18 tahun ke atas itu menunjukkan bahwa aktivitas bermain tidak hanya menjadi kebutuhan anak-anak, tetapi juga masih diminati oleh orang dewasa.
Terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, Lolly Coleman menjelaskan bahwa melakukan kembali kegiatan yang disukai semasa kecil dapat membangkitkan perasaan bahagia dan bebas.
“Dengan melakukan aktivitas atau hobi yang dinikmati saat kecil, seseorang mengingatkan otaknya pada kebebasan dan kesenangan yang pernah dirasakan,” ujar Coleman.
Selain memberikan kesenangan, aktivitas seperti menggambar, merakit mainan, dan membuat kerajinan tangan juga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi waktu penggunaan perangkat digital.
Meski demikian, Coleman mengingatkan agar kegiatan tersebut tetap dilakukan secara bijak. Orang dewasa perlu mempertimbangkan kondisi keuangan serta tanggung jawab sehari-hari agar hobi tidak mengganggu kebutuhan utama.
Dengan demikian, menikmati kembali hobi masa kecil dapat menjadi cara sederhana untuk menghadirkan kebahagiaan selama tetap dilakukan secara seimbang. (Rangga)