trending

Tujuh Tahun MRT Jakarta, Jumlah Penumpang Tembus 192 Juta Orang

Penulis Nadira Sekar
Apr 02, 2026
Foto: MRT Jakarta (dok. ThePhrase.id)
Foto: MRT Jakarta (dok. ThePhrase.id)

ThePhrase.id - Sejak mulai beroperasi pada 24 Maret 2019, MRT Jakarta telah menjadi salah satu tulang punggung transportasi publik di ibu kota. Hingga Februari 2026, layanan ini tercatat telah mengangkut lebih dari 192 juta pelanggan.

Dengan lintasan awal sepanjang 16 kilometer dan 16 rangkaian kereta, MRT Jakarta tidak hanya menghadirkan moda transportasi baru, tetapi juga memperkenalkan standar baru dalam budaya bertransportasi publik. Selama tujuh tahun beroperasi, jumlah penumpang menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun.

Pada tahun pertama operasionalnya, MRT Jakarta melayani sekitar 24 juta pelanggan dengan rata-rata harian 86 ribu orang. Angka tersebut melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 65 ribu penumpang per hari. 

Namun, pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan signifikan. Pada 2020 jumlah penumpang turun menjadi 9,9 juta, kemudian kembali menurun pada 2021 menjadi 7,1 juta pelanggan, dengan rata-rata harian masing-masing sekitar 27 ribu dan 19 ribu orang.

Seiring pemulihan aktivitas masyarakat, jumlah penumpang MRT Jakarta kembali meningkat. Pada 2022, keterangkutan mencapai 19,7 juta pelanggan. Tren positif berlanjut pada 2023 dengan total 33,5 juta pelanggan dan rata-rata 91 ribu penumpang per hari. Pada 2024, angka keterangkutan harian bahkan menembus 111 ribu orang dengan total 40,8 juta pelanggan.

Pertumbuhan tersebut berlanjut pada 2025, ketika jumlah pelanggan mencapai 46,5 juta dengan rata-rata harian 127 ribu orang. Capaian ini melampaui target 117 ribu pelanggan per hari dan mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap transportasi publik. 

Memasuki tahun ketujuh operasional, PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan 50 juta pelanggan dengan rata-rata harian sekitar 137 ribu orang.

Kehadiran MRT Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi modern, tetapi juga sebagai katalis perubahan budaya bermobilitas masyarakat. Keteraturan, ketertiban, dan kedisiplinan dalam menggunakan ruang publik menjadi kebiasaan baru yang mulai terbentuk. Perubahan tersebut didukung oleh pembangunan integrasi dan interkoneksi dengan berbagai moda transportasi lain, sehingga memudahkan akses masyarakat.

Sebagai pengembang kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development (TOD), PT MRT Jakarta (Perseroda) juga mendorong integrasi sistem transportasi publik dengan standar internasional. Aspek keamanan, kenyamanan, dan keandalan menjadi fokus utama layanan. Integrasi dengan bangunan sekitar dan moda transportasi lain dinilai penting untuk memastikan pengalaman perjalanan yang efisien bagi masyarakat.

Meski baru berusia tujuh tahun, MRT Jakarta dinilai telah membawa perubahan penting bagi mobilitas perkotaan. Ke depan, perusahaan berharap dapat terus mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik sekaligus berkontribusi pada pembangunan kota yang lebih berkelanjutan. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic