features

Turbulensi di Kubu Ganjar Pranowo

Penulis Aswandi AS
Aug 23, 2023
Calon presiden (capres) usungan PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo. (Foto: Instagram/ganjar_pranowo)
Calon presiden (capres) usungan PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo. (Foto: Instagram/ganjar_pranowo)

ThePhrase.id - Turbulensi itu adalah goncangan yang terjadi pada pesawat terbang akibat pesawat memasuki badai, menabrak awan  yang menyebabkan keseimbangan atau kestabilan pesawat terganggu.  Meskipun hal ini biasa dalam penerbangan  tetapi jika instensitas turbulensinya lebih besar besar dari pada power atau  tenaga mesin pesawat  akan dapat membuat pesawat kehilangan kendali dan crash.

Dalam dunia politik turbulensi atau goncangan ini juga kerap terjadi pada partai atau tokoh politik karena peristiwa politik tertentu atau manuver lawan yang membuat keseimbangan kubu partai atau tokoh politik itu terganggu.  Dan dari 3 calon presiden yang ada sekarang,  kubu Ganjar  Pranowo adalah calon presiden yang paling banyak mengalami turbulensi. Paling mutakhir adalah  berpalingnya  politisi PDI Perjuangan Budiman Sujatmiko ke Prabowo Subianto dengan mendeklarasikan “Prabu” alias Prabowo Budiman Bersatu di Marina Convention Centre, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat, 18 Agustus 2023.

Deklarasi ini resmi secara terbuka mendukung Prabowo sebagai capres 2024.
“Kami melampaui soal status-status kami. Kita bisa bicara soal kebangsaan, kita bisa bicara soal kemanusiaan, kita bicara masa depan,” kata Budiman menjelaskan tentang keputusannya itu.  Selasa, 18 Juli 2023.

Keputusan Budiman ini menimbulkan goncangan hebat di tubuh PDI Perjuangan  yang ditunjukkan dengan pernyataan, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristanto yang akan memecatnya dari keanggotaan partai berlambang Kepala Banteng  Moncong Putih itu. 
“…partai tidak mentolerir terhadap tindakan indisipliner setiap kader partai. Partai akan mengambil suatu tindakan yang tegas," kata Hasto di sela-sela Rakerda III DPD PDIP Kalimantan Timur, di Balikpapan, Minggu (20/8).

Pengamat Politik Paramadina Public Policy Institute (PPPI), Universitas Paramadina, Khoirul Umam menilai selama ini Budiman tampak tidak mendapatkan peran memadai dalam internal PDI Perjuangan.  Baik dalam konteks pencalegan maupun skema penyuksesan capres PDIP, Ganjar Pranowo.

Budiman, kata Umam dibiarkan berada dalam ruang periferal atau pinggiran dari pusaran kekuasaan internal partai di PDIP. Karenanya, Umam melihat, tindakan Budiman belakangan ini sebagai reaksi balik atas kekecewaannya itu.
"Wajar jika akhirnya Budiman memutuskan tidak nyaleg lagi di PDIP," kata Umam kepada Republika, Senin (21/8).

Turbulensi  kubu Ganjar Pranowo  karena kasus Budiman Sujatmiko ini,  menyusul turbulensi sebelumnya yakni  turbulensi  akibat dari berpindahnya dukungan Presiden Joko Widodo ke kubu Prabowo. Beralihnya dukungan Jokowi itu ditandai deklarasi koalisi yang menarik Golkar dan PAN untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai capres.

Turbulensi  di Kubu Ganjar Pranowo
Partai Golkar dan PAN deklarasi dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai capres di Museum Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (13/8/23). (Foto: Instagram/gerindra)

Deklarasi koalisi dan dukungan kepada Prabowo ini dilaksanakan pada Minggu 13 Agustus 2023, di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta. Turbulensi semakin bertambah instensitasnya dengan penarikan diri elemen relawan seperti GP Mania yang menarik dukungannya dari Ganjar Pranowo.  

Pindahnya Jokowi ke kubu Prabowo ini memberikan goncangan hebat kepada kubu Ganjar karena Ganjar Pranowo sudah menganggap Jokowi sebagai mentor politiknya. Pola atau cara Jokowi dalam meraih dukungan publik ditiru total oleh Ganjar seperti  gaya blusukan dan branding dengan seragam hitam putih  yang meniru baju kotak-kotak Jokowi pada tahun 2014 lalu.

Goncangan atau turbulen kecil

Berbeda dengan Anies Baswedan yang lebih lincah melakukan manuver, Ganjar Pranowo masih memiliki beban berat yang membuatnya tidak bisa bergerak bebas.

Tugasnya, sebagai Gubernur Jawa Tengah menuntutnya untuk fokus menyelesaikan tugasnya itu ketimbang bersafari ke daerah-daerah untuk meraih dukungan sebagai capres.  Pekerjaannya sebagai Gubernur Jateng yang masih belum tuntas atau yang masih menyisakan masalah akan menjadi beban tambahan untuk  kelancaran pencapresananya ke depan.  Seperti kasus Wadas, banjir rob di jalan Semarang - Demak , masalah kemiskinan dan infrastruktur di Jawa Tengah sedikit banyak akan berdampak terhadap elektabilitasnya sebagai calon presiden.

Ganjar Pranowo terlihat sering mengalami turbulensi kecil jika berada satu panggung atau berada di tempat yang sama dengan Anies Baswedan.

Salah satu indikasinya adalah minimnya pemberitaaan di media konvensional dan unggahan di media sosial pasca event itu.  Seperti pada momen kebersamaan keduanya saat  mendapat undangan khusus dari Kerajaan Arab Saudi melaksanakan ibadah haji 2023.  Hampir tak ada foto yang diunggah oleh Ganjar di akun pribadi ataupun akun relawannya tentang kegiatannya selama berada di Arab Saudi. Satu-satunya foto yang beredar luas adalah foto ketika Ganjar dan istri sedang berpakaian ihram. Itupun fotonya bersama Anies dan Suharso Manoarfa yang didampingi istri masing-masing.  

Turbulensi  di Kubu Ganjar Pranowo
Calon presiden (capres) usungan Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan. (Foto: Instagram/aniesbaswedan)

Sementara pemberitaan dan unggahan Anies selama di Arab Saudi menghiasai sejumlah halaman media dan flatform media sosial. 
Demikian juga ketika keduanya  berada sepanggung di Rakernas XVI Apeksi yang digelar di Makassar, Kamis, 13 Juli 2023.  Pemberitaan kehadiran keduanya di acara itu cukup berimbang, tetapi isi presentasi Anies lebih banyak di reupload atau dishare di media sosial daripada isi presentasi Ganjar Pranowo.

Dari kuantitas unggahan ini, dapat dijadikan indikasi sederhana jika presentasi Anies tentang ketimpangan kota-kota di Indonesia lebih disukai dan mendapat respon lebih positif.  Meskipun ini tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator jika presentasi Anies itu lebih baik.
Namun sebagai pegiat media sosial, Ganjar harus menjadikan setiap momen dan kehadirannya menjadi konten yang dapat menambah dukungan  bukan sebaliknya.

Di jagad survei Tanah Air Ganjar Pranowo masih berada di puncak papan atas.  Tetapi jika turbulensi terus-terusan mengguncang PDI Perjuangan  atau kubu Ganjar Pranowo dan tidak diantisipasi maka sangat mungkin posisi puncak itu akan melorot tajam. Dan akan sangat fatal jika tren menurun itu terus terjadi mendekati pemilu  pada Februari 2024 mendatang. (Aswan AS)

Tags Terkait

 
Related News

Popular News

 

News Topic