
ThePhrase.id - Perayaan Paskah merupakan salah satu momen penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Perayaan ini sering kali identik dengan simbol kelinci dan telur Paskah dalam budaya negara Barat. Namun, di berbagai daerah di Indonesia, terdapat tradisi dan ritual khas yang dilakukan untuk merayakan momen ini.
Hari raya ini diperingati sebagai kebangkitan Yesus Kristus yang dimaknai sebagai simbol kemenangan atas maut serta harapan baru bagi umat manusia.
Berbeda dengan tradisi di negara Barat, Paskah di Indonesia memiliki kekhasan tersendiri. Nilai-nilai religius berpadu dengan adat lokal, menciptakan ragam tradisi yang tidak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.
1. Sumatra Utara – Buha-buha Ijuk
Di sejumlah wilayah Sumatra Utara seperti Pangan Bolon dan Parapat, masyarakat menjalankan tradisi buha-buha ijuk untuk merayakan Paskah. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun sebagai bentuk peringatan atas kebangkitan Yesus Kristus.
Berbeda dengan perayaan pada umumnya yang dilakukan di gereja, ibadah dimulai sejak dini hari yang ditandai dengan bunyi lonceng gereja. Setelah itu, umat melanjutkan dengan ziarah ke makam keluarga. Tradisi ini terinspirasi dari kisah Maria Magdalena yang datang ke makam Yesus saat fajar untuk menyaksikan kebangkitan-Nya.
2. Wonogiri, Jawa Tengah – Jalan Salib Gunung Gandul
Rangkaian perayaan Paskah juga diwujudkan melalui tradisi Jalan Salib di kawasan Gunung Gandul, Wonogiri. Dalam prosesi ini, umat memanggul salib berukuran besar sambil berjalan menuju puncak gunung.
Prosesi tersebut melambangkan perjalanan penderitaan Yesus menuju Bukit Golgota dan menjadi sarana perenungan bagi umat. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan berjalan sejauh sekitar tiga kilometer. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh umat Kristiani, tetapi juga masyarakat dari berbagai latar belakang yang turut berpartisipasi.
3. Larantuka – Semana Santa
Semana Santa atau yang dikenal sebagai perayaan Pekan Suci merupakan tradisi Paskah khas umat Katolik di Larantuka, Flores Timur. Tradisi ini telah berlangsung sejak abad ke-16 dan dipengaruhi oleh misi Portugis.
Rangkaian perayaan dimulai sejak Pekan Suci, termasuk prosesi lilin pada Kamis Putih hingga mencapai puncaknya pada Jumat Agung. Prosesi berlangsung dengan khidmat dan sarat makna religius, serta menarik ribuan peziarah setiap tahunnya.
4. Noemuti, Nusa Tenggara Timur – Tradisi Kure
Di Noemuti, umat merayakan Paskah dengan tradisi Kure, yakni ziarah doa dari rumah ke rumah. Tradisi ini diperkirakan telah berlangsung sejak abad ke-17 dan menjadi bagian penting dalam kehidupan religius masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, umat berjalan dari satu rumah ke rumah lainnya untuk berdoa bersama dalam suasana yang tenang dan khidmat. Setelah doa, tuan rumah biasanya menyuguhkan hasil panen seperti buah, sayur, atau umbi-umbian sebagai simbol syukur dan kebersamaan.
5. Palangkaraya, Kalimantan Tengah – Memento Mori
Tradisi Memento Mori dilakukan oleh umat Kristiani di Palangkaraya sebagai bagian dari peringatan Sabtu Suci. Istilah ini berasal dari bahasa Latin yang berarti “ingat bahwa kamu akan mati,” yang menjadi pengingat akan kefanaan hidup manusia.
Dalam ritual ini, keluarga berkumpul di makam kerabat untuk menyalakan lilin dan merangkai bunga. Kegiatan berlangsung semalaman hingga menjelang fajar, sebelum akhirnya dilanjutkan dengan perayaan Paskah sebagai simbol harapan akan kehidupan baru.
6. Manado, Sulawesi Utara – Kembang Api Paskah
Di Manado, perayaan Paskah berlangsung dengan penuh kemeriahan, salah satunya melalui tradisi menyalakan kembang api setelah misa. Tradisi ini menjadi bagian dari ekspresi sukacita umat dalam merayakan kebangkitan Kristus.
Dentuman kembang api yang menghiasi langit malam melambangkan kemenangan atas maut sekaligus semangat baru bagi umat. Suasana meriah ini juga menjadi momen kebersamaan yang dinantikan oleh masyarakat setiap tahunnya. [Syifaa]