trending

Update Banjir Bandang Nepal: 162 Orang Tewas, Lebih dari 400 Masih Hilang, Pencarian Besar-besaran Diinstruksikan

Penulis Rangga Bijak Aditya
Aug 27, 2026
Detik-detik banjir bandang menghantam gedung di wilayah perbatasan Nepal dan China pada Rabu (26/08/26). (Foto: Tangkapan layar X/xalertnow)
Detik-detik banjir bandang menghantam gedung di wilayah perbatasan Nepal dan China pada Rabu (26/08/26). (Foto: Tangkapan layar X/xalertnow)

ThePhrase.id - Banjir bandang menerjang wilayah utara Nepal pada Rabu (26/8) sekitar pukul 08.30 waktu setempat atau 09.45 waktu Indonesia bagian barat (WIB).

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan terjangan banjir bandang disertai lumpur dan puing-puing menghantam permukiman merusak jalan, jembatan, proyek pembangkit listrik, dan sejumlah fasilitas lainnya. Kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di kawasan yang berbatasan dengan Tibet.

Dugaan awal terjadinya bencana tersebut dipicu oleh gempa bumi. Namun, berdasarkan analisis terbaru Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) aktivitas itu tidak berkaitan dengan gempa. USGS menyebut runtuhan gletser dan aliran material atau debris flow sebagai penyebab aktivitas seismik yang terdeteksi.

Dilansir BBC pada Kamis (27/8) pagi WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut telah mencapai 162 orang. Kepolisian Nepal melaporkan korban ditemukan di sejumlah wilayah seperti Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Chitwan, Gorkha, Tanahun, dan Nawalparasi Timur.

Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses pencarian dan penyelamatan yang masih berlangsung.

Badan Pariwisata Nepal melaporkan sekitar 403 orang hilang, termasuk 341 warga negara asing.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 100 orang disebut merupakan warga India, 54 warga Amerika Serikat (AS), 33 warga Inggris, dan 24 warga Kanada.

Selain itu, sebanyak 34 warga Australia, 53 warga Ukraina, serta sembilan warga Korea Selatan yang bekerja di pembangkit listrik tenaga air juga dilaporkan hilang. Warga Malaysia dan Afrika Selatan turut masuk dalam laporan orang hilang.

Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah telah mengerahkan militer, kepolisian, helikopter, dan tim medis untuk menangani kondisi darurat.

Sementara itu, Presiden China, Xi Jinping memerintahkan pencarian intensif terhadap korban serta peningkatan pemantauan guna mengantisipasi bencana susulan.

Adapun sekitar delapan ton bantuan telah dikirim ke wilayah terdampak. AS, China, Uni Eropa, dan India termasuk pihak yang telah menjanjikan bantuan maupun mengirimkan pasokan. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic