
ThePhrase.id - Ade Armando bersedia untuk bertemu dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) dan meminta maaf kepada umat Islam dan Kristiani usai dilaporkan ke polisi.
Ade dilaporkan atas kasus dugaan penghasutan dan ujaran kebencian usai mengomentari potongan video ceramah JK di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Kalau saya dipertemukan dengan Pak JK saya juga mau ya. Atau saya harus minta maaf sama masyarakat umat Islam misalnya atau umat Kristen, saya bersedia," kata Ade di kantor DPP PSI, Selasa (5/5).
Kendati begitu, dia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengadu domba maupun penghinaan terhadap umat beragama.
"Tapi saya akan mengatakan saya tidak pernah loh mengadu domba, saya tidak pernah menghina agama," ujarnya.
Sebelumnya, 40 organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama melaporkan Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri.
Ketiganya dilaporkan atas dugaan penghasutan dan provokasi buntut mengomentari potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla saat berceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).
Laporan itu diterima dan teregister dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 4 Mei 2026.
Ade Armando sebelumnya juga dilaporkan oleh Aliansi Profesi Advokat Maluku (APAM) ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan dan provokasi dalam kasus yang sama.
Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/2767/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
"Kami mendatangi Polda Metro Jaya dalam rangka membuat laporan polisi tentang dugaan tindak pidana penghasutan dan provokasi yang diduga dilakukan oleh saudara Ade Armando dan Permadi Arya melalui media sosial," kata perwakilan APAM sekaligus pelapor Paman Nurlette kepada wartawan, Senin (20/4). (M Hafid)