
ThePhrase.id - Rapper Macklemore dikeluarkan dari rangkaian tur stadion Ed Sheeran di Amerika Serikat setelah sejumlah venue dikabarkan menolak menggelar konser jika dirinya masih menjadi bagian dari susunan penampil. Keputusan ini menyusul aksi Macklemore menyerukan dukungan untuk Palestina dalam dua konser di New Jersey pada awal September.
Dalam pernyataan kepada Rolling Stone, promotor Messina Touring Group mengatakan sejumlah venue memberi tahu mereka bahwa konser tidak akan diizinkan berlangsung dengan Macklemore sebagai penampil.
“Setelah berdiskusi dengan para pemangku kepentingan, Macklemore tidak akan tampil dalam sisa jadwal sebagai penampil pendukung,” ujar promotor tersebut.
Kontroversi bermula ketika Macklemore tampil di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026. Ia menyerukan “Free Palestine” serta menyampaikan dukungan bagi masyarakat Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Macklemore kemudian membawakan lagu protesnya, 'Hind’s Hall', yang terinspirasi dari demonstrasi pro-Palestina di Universitas Columbia. Penampilannya juga diiringi tayangan kehancuran di Gaza pada layar panggung.
“Sebagian besar alasan saya ingin mengikuti tur ini sejak awal adalah agar saya bisa berdiri di stadion seperti ini dan mengucapkan dua kata yang sangat dekat dan berarti bagi saya, ‘Free Palestine,’” kata Macklemore kepada penonton.
Dalam konser berikutnya pada 5 September, ia kembali menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Macklemore juga mengatakan kritik terhadap Israel tidak ditujukan kepada masyarakat Yahudi. “Kritik terhadap Israel, kritik terhadap apartheid, dan menentang genosida sama sekali bukan kritik terhadap kalian,” ujarnya.
Pernyataan tersebut kemudian menuai kritik dari kelompok pro-Israel. StopAntisemitism menuduh Macklemore menyampaikan propaganda anti-Israel, sementara Israeli-American Council meluncurkan petisi yang mendesak Ed Sheeran mengeluarkannya dari tur.
Dalam pernyataan melalui Instagram pada Senin, 14 September 2026, Macklemore mengonfirmasi bahwa dirinya telah dikeluarkan dari tur Ed Sheeran. Ia menegaskan bahwa dirinya maupun Sheeran bukanlah korban dalam kontroversi tersebut.
“Saya bukan korban. Ed Sheeran bukan korban. Pink bukan korban. Kami memiliki karier, uang, kesempatan, keamanan, dan penonton di seluruh dunia. Apa pun konsekuensi yang kami hadapi atas perkataan kami, kami masih bisa pulang ke keluarga masing-masing. Korbannya adalah masyarakat Palestina,” tulis Macklemore.
Macklemore juga mengungkapkan bahwa ia telah melakukan sejumlah percakapan dengan Ed Sheeran selama sepekan terakhir. Ia menyebut Ed Sheeran sebagai teman selama 13 tahun dan memahami posisi sulit yang dihadapi penyanyi tersebut.
Menurut Macklemore, Ed Sheeran menyatakan seruan “Free Palestine” dan gambar bendera Palestina telah melukai banyak orang. Macklemore juga membantah tuduhan antisemitisme terhadap seruannya untuk Palestina. Ia menilai tuduhan antisemitisme tidak seharusnya digunakan untuk membungkam kritik terhadap Israel.
Hingga laporan ini ditulis, Ed Sheeran belum memberikan pernyataan mengenai keluarnya Macklemore dari tur tersebut. Belum diketahui pula siapa yang akan menggantikannya sebagai penampil pembuka untuk sisa konser di Amerika Serikat.
Loop Tour Ed Sheeran di Amerika Utara dijadwalkan berlanjut hingga 7 November 2026 di Raymond James Stadium, Tampa. Messina Touring Group menyatakan konser tetap berlangsung sesuai rencana meski susunan penampil berubah.
Namun, sejumlah penonton dikabarkan memilih melakukan refund tiket setelah Macklemore dikeluarkan dari tur tersebut. Dukungan untuk Macklemore juga datang dari sejumlah selebriti, termasuk Zara Larsson, Bella Hadid, Lauren Jauregui, Zoe Saldana, Kehlani, bbno$, Noah Kahan, Ms. Rachel, dan PinkPantheress. [nadira]