
ThePhrase.id – Gelaran INACRAFT October Vol. 5 2026 resmi dibuka 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JCC), Jakarta. Mengusung tema Technocraft, pameran edisi kelima ini menegaskan komitmen Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) dalam mendorong regenerasi perajin muda melalui perpaduan kearifan lokal, teknologi, dan inovasi pasar.
Tema Technocraft diharapkan dapat menjadi jembatan antara kekayaan kerajinan tradisional Indonesia dengan industri modern. Oleh karena itu, teknologi ditempatkan sebagai sarana yang dapat meningkatkan daya saing, presisi, hingga nilai tambah produk menghilangkan identitas budaya maupun kreativitas tangan para pengrajin.
Ketua Umum BPP ASEPHI Hatman menjelaskan bahwa tema ini diangkat untuk mendorong semangat youthpreneur serta memperkuat regenerasi industri kerajinan Indonesia.
“Technocraft membangkitkan semangat pengusaha muda (youthpreneur), menyatukan tradisi, teknologi, dan inovasi menjadi proses kreatif pengembangan produk, sesuai komitmen ASEPHI menggerakkan regenerasi industri kerajinan Indonesia,” jelas Hatman melansir keterangan tertulis, (08/10).
Untuk memperkuat kolaborasi antara teknologi dan kerajinan, ASEPHI menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal, dan Universitas Indonesia.
Selain itu, ASEPHI juga menghadirkan kembali ruang edukasi permainan tradisional anak Indonesia lewat kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Dalam gelaran ini, INACRAFT juga menghadirkan Wayfinder, platform digital yang dirancang untuk membantu pengunjung menemukan, menavigasi, hingga mengeksplorasi berbagai elemen dalam pameran.
Pengunjung dapat mengakses Wayfinder melalui laman wayfinder.inacraft.co.id untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai INACRAFT dengan mudah, termasuk lokasi booth tenant, informasi kontak tenant, hingga prorgam acara dalam rangkaian INACRAFT.
Turut hadir dalam pembukaan INACRAFT, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi konsistensi ASEPHI menyelenggarakan INACRAFT selama lebih dari dua dekade. Menurut dia, pameran tersebut menjadi salah satu pijakan bagi pengembangan pasar ekspor produk kerajinan Indonesia.
“Selama lebih dari dua dekade, pameran ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan telah menjadi etalase kriya terbesar, paling bergengsi, dan paling dinamis di kawasan Asia Tenggara,” ujar Budi.
Lebih lanjut, Budi juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan INACRAFT tersebut sejalan dengan tiga program prioritas Kementerian Perdagangan, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan mendorong produk lokal menuju pasar global.
Sepanjang Januari-Juli 2026, ekspor produk home decor Indonesia menunjukkan pertumbuhan mencapai 821 juta dolar AS atau naik 6,8 persen.
INACRAFT October 2026 menempati sejumlah area utama JICC, meliputi Main Lobby, Assembly, Cendrawasih, Hall A, Hall B, serta Lobby A dan B. Pameran ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai kategori, mulai dari anggota ASEPHI, dinas daerah, kementerian dan BUMN, peserta luar negeri, peserta nonanggota, hingga peserta Talam di sektor kuliner.
Selama lima hari penyelenggaraan, ASEPHI menargetkan 80.000 pengunjung, transaksi ritel Rp100 miliar, serta potensi kontrak dagang senilai US$2,7 juta.
Pameran yang digelar secara swadana ini terbuka untuk masyarakat umum pada pukul 10.00-21.00 WIB dengan tiket masuk Rp35.000. Selain menampilkan berbagai produk kriya unggulan, pameran ini menghadirkan sejumlah agenda, seperti Business Forum, Craft Talk, Workshop, Digital Lounge, Craft Experience, dan INACRAFT Appreciation Night. [fa]