trending

Vaksin HPV untuk Anak Laki-laki Mulai 2027, Strategi Cegah Kanker Serviks

Penulis Ashila Syifaa
Feb 04, 2026
Menkes Budi Gunadi Sadikin berinteraksi dengan penyintas kanker anak pada peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Foto: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)
Menkes Budi Gunadi Sadikin berinteraksi dengan penyintas kanker anak pada peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Foto: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)

Thephrase.id - Kementerian Kesehatan berencana memperluas program vaksin Human Papillomavirus (HPV) dengan menyasar anak laki-laki usia 11 tahun mulai 2027. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka kanker serviks di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, meskipun kanker serviks hanya menyerang perempuan, laki-laki dapat berperan sebagai pembawa virus HPV dan menularkannya kepada pasangan. Karena itu, vaksinasi pada anak laki-laki dinilai penting untuk memutus rantai penularan.

"Pada 2027 kita akan mulai ke laki-laki usia 11 tahun. Meskipun mereka tidak bisa menderita kanker serviks, tetapi bisa transmitting the disease (membawa penyakitnya ke pasangan). Mereka mungkin tidak akan kena kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa," ujat Budi Gunadi pada peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, Rabu, (4/2). 

Menurut Budi, vaksinasi HPV secara masif menjadi strategi utama pemerintah dalam mencegah kanker serviks sejak dini. Ia menegaskan bahwa perlindungan tidak hanya difokuskan pada perempuan, tetapi juga melibatkan laki-laki sebagai bagian dari upaya pencegahan menyeluruh.

Selain vaksinasi, Kemenkes juga memperkuat program skrining kanker. Saat ini, sekitar 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia telah melayani deteksi dini kanker. Pemerintah menargetkan sebanyak 40 juta perempuan berusia di atas 30 tahun menjalani skrining kanker serviks dan payudara dalam lima tahun ke depan.

Budi menekankan pentingnya deteksi dini, mengingat kanker dapat disembuhkan jika ditemukan pada tahap awal. Dengan pemeriksaan rutin, penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Kanker serviks sendiri masih menjadi penyebab kematian kedua tertinggi pada perempuan di Indonesia setelah kanker payudara. Untuk menekan angka tersebut, pemerintah telah meluncurkan program nasional vaksin HPV pada 2023 yang menyasar 2,1 juta anak perempuan usia 11 tahun.

Hingga kini, capaian program tersebut mendekati target. Kemenkes mencatat sekitar 1,9 juta perempuan telah menjalani deteksi dini kanker serviks dalam tiga tahun terakhir. Capaian ini dinilai sebagai perkembangan positif dalam upaya pengendalian kanker.

Ke depan, pemerintah juga akan memperluas sasaran vaksinasi HPV bagi perempuan yang belum mendapatkan imunisasi pada usia 11 tahun, termasuk kelompok usia 15 tahun. Selain itu, Kemenkes masih mengkaji kemungkinan perluasan program lanjutan untuk perempuan usia 21 tahun.

Dengan rencana imunisasi HPV bagi anak laki-laki pada 2027, pemerintah berharap angka kanker serviks di Indonesia dapat terus menurun secara signifikan. [Syifaa]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic