trending

Varian Baru Covid-19 ‘Cicada’ Mulai Menyebar, Apa Gejalanya?

Penulis Nadira Sekar
Mar 31, 2026
Foto: Ilustrasi Virus Covid-19 (freepik.com photo by kjpargeter)
Foto: Ilustrasi Virus Covid-19 (freepik.com photo by kjpargeter)

ThePhrase.id - Varian baru Covid-19 BA.3.2 yang dijuluki “Cicada” mulai menjadi perhatian otoritas kesehatan dunia setelah terdeteksi di lebih dari 20 negara. Varian ini dilaporkan menyebar di sejumlah wilayah, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Inggris, serta beberapa negara di Eropa.

Varian BA.3.2 pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada November 2024. Setelah sempat beredar dalam jumlah terbatas, kemunculannya kembali meningkat sepanjang 2025 hingga awal 2026. Mengutip Bangkok Post, julukan “Cicada” diberikan karena varian ini muncul kembali setelah cukup lama tidak terdeteksi. Organisasi kesehatan dunia mulai memantau perkembangannya sejak awal 2026.

Melansir The Conversation, secara genetik varian Cicada memiliki sekitar 70 hingga 75 mutasi pada protein spike. Jumlah tersebut tergolong tinggi dibandingkan varian yang sebelumnya dominan. Perubahan ini berpotensi memengaruhi kemampuan sistem imun dalam mengenali virus sehingga varian tersebut diduga lebih mudah menginfeksi. Meski begitu, hingga kini belum ada bukti bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah. 

Gejala yang ditimbulkan masih serupa dengan Covid-19 sebelumnya. Melansir Kompas.com, beberapa gejala umum meliputi demam, batuk, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, pilek, serta hilangnya indera penciuman atau perasa. Sakit tenggorokan juga dilaporkan cukup sering muncul. Pada sebagian besar kasus, gejalanya cenderung ringan dan menyerupai flu. Namun, kelompok lansia dan individu dengan penyakit penyerta tetap memiliki risiko lebih tinggi.

Para ahli juga menyebut vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini mungkin tidak seefektif terhadap varian baru dibandingkan varian sebelumnya karena adanya perbedaan genetik yang cukup signifikan. Meski demikian, vaksin masih dinilai mampu memberikan perlindungan terhadap gejala berat, rawat inap, dan risiko kematian. 

Pakar kesehatan menegaskan bahwa varian Cicada masih dalam pengawasan dan belum dikategorikan sebagai ancaman serius. Namun, potensi penyebaran tetap ada karena sistem imun mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mengenali varian tersebut. Oleh karena itu, langkah pencegahan tetap dianjurkan.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain mencuci tangan secara rutin, tetap di rumah saat merasa tidak sehat, menghindari kerumunan, serta mempertimbangkan vaksinasi dan booster. Upaya sederhana ini dinilai tetap efektif untuk mengurangi risiko penularan, terutama bagi kelompok rentan. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic