lifestyle

Viral Anak Tidak Disekolahkan, Kenali Perbedaan Homeschooling dan Unschooling

Penulis Ashila Syifaa
Jan 17, 2026
Ilustrasi kegiatan pembelajaran di rumah. (Foto: Freepik.com)
Ilustrasi kegiatan pembelajaran di rumah. (Foto: Freepik.com)

ThePhrase.id - Belakangan ini, media sosial diramaikan oleh perbincangan mengenai sepasang orang tua yang memilih untuk tidak menyekolahkan anaknya di pendidikan formal. Isu tersebut mencuat setelah anak tersebut diketahui menjalani proses belajar di rumah tanpa guru, dengan pembelajaran yang sepenuhnya dilakukan oleh kedua orang tuanya.

Keputusan tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat, mulai dari dukungan hingga penolakan. Sebagian pihak menilai pilihan itu sebagai bentuk kebebasan orang tua dalam menentukan metode pendidikan anak, sementara pihak lain menganggap keputusan tersebut berpotensi mengabaikan hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Selain itu, isu ini memunculkan perdebatan menganai alternatif pendidikan di luar sekolah formal, khususnya homeschooling dan unschooling. Keduanya sering dianggap serupa namun memiliki pendekatan yang berbeda dalam proses belajar anak.

Dalam kasus ini, orang tua mengakui bahwa sang anak menjalani pendidikan homeschooling. Namun, masyarakat menilai terdapat perbedaan dalam praktik pembelajaran yang dilakukan. Pasalnya, ibu anak tersebut mengakui dirinya berperan sebagai pengajar utama, tanpa jadwal pembelajaran maupun kurikulum tertentu.

Sehingga banyak pihak menilai bahwa metode pendidikan yang dijalankan lebih menyerupai unschooling dibandingkan homeschooling. Meski keduanya merupakan alternatif pendidikan yang menawarkan kebebasan belajar di luar sistem sekolah formal, namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Lalu apa yang membedakan homeschooling dan unschooling?

Secara umum, homeschooling merupakan metode pendidikan berbasis rumah yang tetap mengacu pada kurikulum tertentu, baik kurikulum nasional maupun kurikulum yang disusun secara mandiri oleh orang tua atau lembaga pendamping. 

Dalam praktiknya, homeschooling memiliki jadwal belajar yang terstruktur serta target akademik yang jelas. Orang tua dapat berperan sebagai pengajar, namun sering kali melibatkan tutor atau komunitas belajar untuk memastikan perkembangan akademik dan sosial anak tetap terpantau.

Sementara itu, unschooling adalah pendekatan pendidikan yang lebih fleksibel dan tidak terikat pada kurikulum maupun jadwal pembelajaran formal. Proses belajar dalam unschooling berangkat dari minat, rasa ingin tahu, serta pengalaman sehari-hari anak. Orang tua berperan sebagai fasilitator yang mendampingi anak dalam mengeksplorasi pengetahuan, bukan sebagai pengajar dengan materi dan target akademik yang baku.

Perbedaan pendekatan tersebut membuat sebagian kalangan menilai bahwa unschooling memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam memastikan kemampuan dasar anak, seperti literasi dan numerasi, berkembang secara optimal. Di sisi lain, pendukung metode ini menilai unschooling mampu mendorong kemandirian, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis anak sejak dini.

Adapun homeschooling dinilai lebih aman dari sisi akademik karena memiliki struktur pembelajaran yang lebih jelas. Meski demikian, metode ini tetap memerlukan komitmen orang tua agar tidak menimbulkan tekanan berlebih pada anak serta tetap memberikan ruang bagi interaksi sosial.

Perdebatan mengenai kedua metode pendidikan alternatif ini pun menunjukkan bahwa pemilihan sistem pendidikan anak tidak dapat disamaratakan. Setiap metode memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing, serta sangat bergantung pada kesiapan orang tua, kebutuhan anak, dan pengawasan yang memadai agar hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi. [Syifaa]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic