
ThePhrase.id - Media sosial TikTok kembali diramaikan oleh tren baru yang memicu rasa penasaran para pengguna. Kali ini, perhatian tertuju pada kemunculan teks berwarna kuning dalam berbagai unggahan yang disertai kalimat emosional serta frasa “yellow font” atau “yellow font btw”. Tren ini dikenal dengan sebutan Yellow Font Theory dan mulai viral sejak akhir 2025.
Melansir The Tab, Yellow Font Theory merujuk pada cara pengguna TikTok mengekspresikan kerentanan emosional secara terbuka melalui teks berwarna kuning. Tulisan yang ditampilkan umumnya berisi pemikiran mendalam, perasaan yang sulit diungkapkan, atau pengakuan jujur yang selama ini dipendam. Warna kuning pun menjadi penanda tidak tertulis bahwa konten tersebut sarat emosi personal dan disampaikan apa adanya.
Dalam praktiknya, unggahan dengan Yellow Font Theory kerap dipadukan dengan lagu “(You Made It Feel Like) Home” karya Atticus Ross dan Trent Reznor dari film Bones and All. Potongan lirik “Doesn’t matter if I’m right or wrong about that. Just matters that I feel it” dinilai merepresentasikan inti tren ini, yakni perasaan yang lebih penting daripada pembenaran logis.
Selain melambangkan kerentanan, pemilihan warna kuning juga dinilai memiliki makna visual tersendiri. Warna ini terlihat mencolok dan kontras dengan latar foto atau video, sehingga pesan emosional yang ingin disampaikan lebih mudah menarik perhatian pengguna lain.
Sejumlah kreator memanfaatkan tren ini untuk membahas topik yang dekat dengan banyak orang, seperti rasa kesepian di usia dewasa, perasaan tidak dipahami, hingga proses belajar mengelola emosi dan bereaksi lebih tenang saat menghadapi konflik.
Namun, seiring meningkatnya popularitas, Yellow Font Theory kini tidak lagi digunakan secara serius semata. Melansir Know Your Meme, tren ini juga berkembang menjadi bahan meme dan parodi. Banyak pengguna sengaja menuliskan kalimat yang terdengar emosional secara berlebihan, lalu menutupnya dengan frasa “yellow font” sebagai bentuk sindiran.
Fenomena ini pun memicu kebingungan di kalangan pengguna TikTok. Tak sedikit yang justru membuat konten untuk mempertanyakan makna Yellow Font Theory itu sendiri.
Meski demikian, tren ini mencerminkan perubahan cara sebagian pengguna memanfaatkan media sosial. TikTok tidak hanya menjadi ruang untuk memamerkan momen terbaik, tetapi juga wadah untuk mengekspresikan emosi dan kejujuran diri secara lebih terbuka.
Bagi pengguna yang tertarik mengikuti tren ini, caranya terbilang sederhana. Kreator cukup menuliskan isi hati atau pemikiran personal di atas foto atau video menggunakan teks berwarna kuning, lalu membagikannya ke TikTok.
Kamu tertarik mencoba tren ini? [nadira]