lifestyle

Viral Makan Oatmeal Sebabkan Autoimun, Benarkah?

Penulis Nadira Sekar
Oct 21, 2023
Foto: Ilustrasi Sarapan Oatmeal (freepik.com photo by timolina)
Foto: Ilustrasi Sarapan Oatmeal (freepik.com photo by timolina)

ThePhrase.id - Jika kamu sering menyelami media sosial TikTok dalam waktu belakangan ini, mungkin pernah mendengar cerita seorang wanita yang mengaku hampir mengalami masalah autoimun akibat mengonsumsi oatmeal setiap pagi.

Melansir detik.com, wanita tersebut berbagi pengalaman tentang awal mula klaimnya hampir mengalami masalah autoimun. Selama satu tahun, dia terus-menerus mengeluh mengalami perut kembung dan mual setiap kali sarapan dengan oatmeal.

Pada awalnya, dia berspekulasi bahwa keluhannya disebabkan oleh intoleransi laktosa karena dia mengonsumsi oatmeal bersama dengan susu. Akhirnya, dia memutuskan untuk berkonsultasi dengan seorang dokter gizi.

"Kata dokternya 'ini darah kamu nggak sehat, hati-hati loh, di cek semua makanannya'. Terus saya bilang makan oatmeal, dokternya bilang 'oh iya itu kamu hati-hati bisa autoimun'," ungkapnya.

Lantas apakah oatmeal benar bisa menyebabkan autoimun?

Melansir healthline.com, penyakit autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh dengan keliru merusak sel-sel sehat dalam tubuh. Beberapa penyakit autoimun menargetkan hanya satu organ. Sebagai contoh, diabetes tipe 1 yang hanya merusak pankreas. Kondisi lain, seperti lupus eritematosus sistemik, atau lupus, dapat memengaruhi seluruh tubuh.

Hingga saat ini, belum ada pemahaman pasti tentang penyebab ketidaknormalan fungsi sistem kekebalan tubuh. Meskipun demikian, ada individu yang memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit autoimun daripada yang lain.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mencakup:

  • Jenis Kelamin: Orang yang secara lahirnya merupakan perempuan dan berusia antara 15 hingga 44 tahun cenderung memiliki risiko lebih besar terkena penyakit autoimun dibandingkan dengan individu yang secara lahirnya adalah laki-laki.
  • Riwayat Keluarga: Kamu mungkin lebih rentan terhadap penyakit autoimun jika memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit serupa, meskipun faktor-faktor lingkungan juga dapat memainkan peran penting.
  • Faktor Lingkungan: Paparan sinar matahari, merkuri, bahan kimia seperti pelarut atau yang digunakan dalam pertanian, asap rokok, atau infeksi bakteri dan virus tertentu, termasuk COVID-19, dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun.
  • Etnisitas: Beberapa penyakit autoimun lebih umum terjadi pada kelompok etnis tertentu. Sebagai contoh, penyakit otot autoimun cenderung lebih sering ditemui pada orang berkulit putih di Eropa dan Amerika Serikat, sedangkan lupus lebih sering terjadi pada individu yang berasal dari kelompok etnis Afrika Amerika, Hispanic, atau Latino.
  • Gizi: Diet dan asupan nutrisi dapat mempengaruhi risiko dan tingkat keparahan penyakit autoimun.
  • Kondisi Kesehatan Lainnya: Beberapa kondisi kesehatan tertentu, termasuk obesitas dan adanya penyakit autoimun lainnya, dapat meningkatkan kemungkinan mengembangkan penyakit autoimun.
Viral Makan Oatmeal Sebabkan Autoimun  Benarkah
Foto: Oatmeal (freepik.com)

Secara umum, oatmeal tidak menjadi faktor utama penyebab penyakit autoimun. Namun, seperti yang dilansir oleh haibunda.com, seorang pakar imunologi, Prof. Dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI, menjelaskan bahwa beberapa jenis makanan tertentu memang dapat memicu gejala autoimun yang memburuk, termasuk oatmeal.

Menurut Parsley Health, biji-bijian, gluten, produk susu, gula rafinasi, alkohol, kopi, dan beberapa jenis makanan lainnya dapat menjadi pemicu gejala penyakit autoimun. Penting untuk diingat bahwa makanan pemicu dapat bervariasi antara individu, tergantung pada potensi gangguan sistem kekebalan tubuh yang mereka alami.

Sebagai contoh, pada kasus pelemahan usus akibat autoimun, sistem kekebalan tubuh dapat merespons senyawa alergi dalam gluten dan produk susu, yang kemungkinan menyebabkan gangguan pencernaan seperti gas dan kembung.

Dalam Autoimmune Protocol (AIP), terdapat sejumlah makanan yang disarankan untuk dihindari oleh individu yang mengidap penyakit autoimun. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Biji-bijian: Seperti beras, gandum, oat, barley, rye, serta makanan yang terkait seperti pasta, roti, dan sereal sarapan.
  • Minyak nabati olahan: Termasuk minyak kanola, lobak, jagung, biji kapas, inti sawit, safflower, kedelai, atau bunga matahari.
  • Gula rafinasi atau gula olahan: Ini termasuk gula tebu atau gula bit, sirup jagung, sirup beras merah, dan sirup barley malt. Selain itu, makanan seperti permen, soda, permen, makanan penutup beku, dan coklat juga perlu diwaspadai karena mungkin mengandung bahan-bahan ini.

Sehingga, mengonsumsi oatmeal setiap hari adalah diperbolehkan. Meskipun demikian, penting untuk selalu menyesuaikan dengan kebutuhan nutrisi individu, karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Disarankan untuk berkonsultasi dengan seorang dokter atau ahli gizi untuk memastikan bahwa asupan dan takaran yang kamu pilih sesuai dengan keadaan kesehatan serta kebutuhan spesifik tubuhmu. [nadira]

 

 
Related News

Popular News

 

News Topic