Virus Polio Kembali Muncul, Kemenkes Akan Vaksinasi Massal

-

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Virus polio kembali muncul dan mengancam warga Indonesia terutama anak-anak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia pun telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah satu kasus polio ditemukan di Kabupaten Pidie, Aceh.

Foto: Ilustrasi Virus Polio (healthmatters.nyp.org)

Polio merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dengan nama yang sama. Penyakit ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas, hingga yang paling fatal adalah kematian.

Walau saat ini hanya ada satu kasus, Kemenkes memandang penetapan status KLB Polio ini diperlukan. Sebab, sejak tahun 2014, Indonesia mendapatkan sertifikat eradikasi polio (Indonesia bebas Polio).

“Karena Indonesia sudah nyatakan eradikasi tapi ternyata ada (muncul) virus polio liar apalagi virus (polio) tipe 2 yang dianggap sudah enggak ada lagi,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maxi Rein Rondonuwu di Jakarta, Sabtu (19/11).

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso menyebutkan bahwa virus polio tersebut mungkin menyebar di banyak provinsi lain.

“Ini harus jadi wake up call, jadi alarm, provinsi lain harus siap loh, 2005 kan itu juga kemana-mana polionya, bukan hanya di Cidahu Sukabumi, ada beberapa tempat juga. Saya kira kalau sudah ada satu muncul, ini seluruh provinsi harus waspada dan ingatkan kembali masyarakatnya, ujar dr Piprim dilansir dari detik.com.

Ada Penurunan Vaksinasi
Foto: Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maxi Rein Rondonuwu dalam Konferensi Pers Virtual KLB Polio (youtube.com/Kementerian Kesehatan RI)

Dalam kesempatan yang sama, Maxi mengungkap bahwa terjadi penurunan tingkat imunisasi dasar lengkap sejak dua tahun terakhir akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan survei cepat yang dilakukan Kemenkes kepada 30 rumah tangga, sebanyak 30 anak dari 25 rumah tangga tidak mendapat vaksinasi IPV (inactive polio vaccine) untuk polio.

Ia juga mengungkap ada beberapa daerah dengan cakupan vaksinasi yang kurang dari 50 persen sejak tahun 2020.

“Sebelum pandemi lumayan ya, OPV 1 sampai (vaksin) OPV 4 ada 86,8 persen, sekali pun ada yang di bawah 50 persen di Kalimantan Sumatera, Aceh sejak tahun 2020 sudah rendah, Papua paling banyak, dan Kalimantan,” tuturnya.

Gelar Vaksinasi Massal

Untuk mencegah penyebaran yang lebih jauh, Maxi menyampaikan bahwa Kemenkes akan segera memulai vaksinasi polio massal di Kabupaten Pidie, Aceh pada 28 November 2022 mendatang.

“Vaksin sudah siap untuk melakukan outbreak respon imunisasi yaitu dimulai di Kabupaten Pidie pada 28 November untuk anak di bawah 13 tahun,” tutur Maxi dalam konferensi pers daring, Sabtu (21/11/2022).

Nantinya, vaksinasi massal akan dilanjutkan ke seluruh wilayah Aceh secepat-cepatnya pada 5 Desember 2022.

[nadira]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you