
Thephrase.id - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menanggapi berbagai kontroversi yang muncul menjelang Piala Dunia 2026 dengan pernyataan yang disampaikan dalam konferensi pers di Stadion Azteca, Meksiko.
Sejumlah insiden yang terjadi dalam beberapa hari terakhir melibatkan wasit, pemain, hingga delegasi tim peserta, termasuk penolakan masuk terhadap ofisial pertandingan, pemeriksaan panjang terhadap striker Timnas Irak, Aymen Hussein, di bandara Chicago, serta persoalan visa yang berdampak pada Timnas Iran dan sejumlah pendukung.
Situasi tersebut kemudian memunculkan kritik terhadap FIFA yang dinilai tidak memberikan sikap tegas atas berbagai hambatan yang dialami para pihak yang terlibat dalam turnamen tersebut sebelum dimulai.
"Tenang saja, santai saja," tegas Infantino dilansir BBC dalam konferensi pers di Stadion Azteca ketika merespons pertanyaan mengenai berbagai polemik yang muncul menjelang turnamen.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah pemulangan wasit asal Somalia, Omar Artan, setelah menjalani pemeriksaan selama 11 jam di Bandara Internasional Miami, yang membuatnya gagal menjalankan tugas pada Piala Dunia 2026.
"Hal yang terjadi kepada wasit dari Somalia itu sangat disayangkan. Tetapi sekali lagi, kami tidak mengendalikan semuanya. Kami akan mencoba, kami akan berdiskusi, kami akan berbicara, kami akan melihat. Mungkin terkadang juga baik untuk Anda tahu, tenang saja, santai saja," beber Infantino.
Di sisi lain, persoalan visa juga berdampak pada sejumlah pihak lain, termasuk Timnas Iran yang sempat menghadapi pembatasan terkait lokasi pemusatan latihan, larangan menetap di Amerika Serikat, serta kewajiban keluar masuk negara tersebut dalam jangka waktu tertentu selama fase grup berlangsung.
"Apakah Anda menganggap normal jika FIFA mendikte pemerintah Inggris tentang siapa yang boleh masuk ke negara itu dan siapa yang tidak boleh masuk ke negara itu?" ucap Infantino saat menanggapi pertanyaan mengenai kebijakan imigrasi negara tuan rumah.
Infantino juga menegaskan bahwa faktor keamanan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan turnamen, dan FIFA harus menghormati keputusan yang diambil oleh pemerintah masing-masing negara dalam hal kebijakan masuk dan keluar wilayah.
"Sayangnya, dunia kita ini adalah dunia yang sangat agresif, dan keamanan berada di atas segalanya. Anda harus menghormati keputusan yang diambil, dan ketika saya mengatakan untuk santai, saya tidak bermaksud untuk santai dan tidak melakukan apa-apa," tutur Infantino.

"Kami bukan raja dunia yang bisa mengatur pemerintah dan kepolisian. Kami adalah organisasi olahraga. Kami berusaha melakukan yang terbaik dengan sumber daya yang kami miliki," lanjut Infantino.
Sebelumnya, Indonesia juga sempat menjadi sorotan setelah statusnya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dicabut terkait keputusan yang melarang kehadiran Timnas Israel dalam turnamen tersebut.
Sementara itu, Timnas Iran akhirnya tetap mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat untuk menjalani tiga pertandingan penyisihan grup Piala Dunia 2026, meski dengan ketentuan tidak diperbolehkan menetap di wilayah tersebut dan harus melakukan perjalanan keluar-masuk dalam waktu terbatas setiap kali bertanding.
"Tidak ada yang saya sesali. Saya memiliki hubungan yang baik dengan Presiden Donald Trump. Saya sangat senang akan hal itu. Tanpa keterlibatan dan dukungannya, saya rasa akan mustahil menyelenggarakan Piala Dunia di Amerika Serikat," ujar Infantino.
"Dia memahami sejak awal besarnya Piala Dunia, dampaknya, dan menginstruksikan pemerintahannya untuk membantu dan mendukung. Bisa berdiskusi dengan presiden mengenai berbagai hal penting, dengan semua hal dibuka tanpa meminta apa pun, adalah kunci dari hubungan yang positif," tegasnya.