
ThePhrase.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Moch. Irfan Yusuf mengatakan bahwa wacana penerapan skema “war tiket” haji masih berada pada tahap awal pembahasan. Ia memastikan calon jemaah yang telah menunggu antrean selama bertahun-tahun tidak perlu merasa khawatir.
“Itu masih wacana. Jadi, jemaah enggak perlu takut lah nanti, ‘Saya sudah antre sepuluh tahun, kok dihanguskan?’ Enggak, enggak. Tidak ada,” kata Menhaj Irfan kepada awak media usai rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Selasa (14/3) dikutip Antaranews.
Irfan menjelaskan, gagasan tersebut muncul sebagai salah satu upaya untuk mencari solusi atas panjangnya antrean haji di Indonesia. Namun, ia menekankan konsep tersebut belum menjadi kebijakan dan masih membutuhkan pembahasan mendalam.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa penerapan skema tersebut tidak bisa diputuskan secara cepat karena melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk Komisi VIII DPR RI, pelaku usaha di sektor haji, serta masyarakat calon jemaah.
“Banyak hal, banyak stakeholder yang harus kita bicarakan, dan ini bukan keputusan dalam waktu sebulan-dua bulan, ini pasti butuh waktu panjang,” imbuhnya.
Diketahui, wacana “war tiket” haji juga tengah menuai kritik dari sejumlah anggota legislatif yang membidangi urusan agama dan sosial.
Meski demikian, Irfan menyatakan bahwa pembahasan tetap akan dilanjutkan mengingat perlunya inovasi dalam mengatasi persoalan antrean haji.
“Cuma mungkin istilahnya bukan war tiket atau apalah istilahnya,” kata dia.
Ia belum dapat memastikan kapan skema baru tersebut akan selesai dirumuskan. Namun, pemerintah berkomitmen untuk mencari solusi secepat mungkin.
Menyikapi kekhawatiran masyarakat, Menhaj memastikan bahwa kebijakan apa pun yang nantinya diambil tidak akan merugikan jemaah yang sudah masuk daftar antrean.
“Yang jelas antrean tidak akan kita hanguskan. Itu tetap, baik jemaah yang sudah antre lima tahun, sepuluh tahun, 15 tahun, enggak perlu khawatir,” tandasnya. (Rangga)