trending

Waduh! PT KAI Diduga Alami Kebocoran Data

Penulis Nadira Sekar
Jan 18, 2024
Foto: Kereta Ekonomi New Generation KAI (dok. KAI)
Foto: Kereta Ekonomi New Generation KAI (dok. KAI)

ThePhrase.id - Data masyarakat Indonesia diduga mengalami kebocoran lagi. Kali ini kebocoran data datang dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) setelah diserang oleh ransomware. 

Informasi ini diunggah oleh akun X @TodayCyberNews. Pelaku klaim telah mengakses data sensitif, termasuk informasi karyawan dan pengguna layanan PT KAI. 

"Pelanggaran Data di PT Kereta Api Indonesia (https://kai.id). Sebuah kelompok peretas mengklaim telah mengakses data sensitif, termasuk informasi karyawan, detail pelanggan, dan lainnya dari perusahaan Kereta Api Nasional Indonesia," tulis akun tersebut.

Pelaku ransomware menuntut tebusan sebesar 11,69 Bitcoin atau sekitar Rp7,8 Miliar dan memberi perusahaan tenggat waktu 15 hari untuk membayar. Kelompok peretas mengancam akan membocorkan data jika KAI tidak memenuhi tuntutan mereka, dengan klaim bahwa mereka telah menyusup ke jaringan KAI selama sepekan.

Menanggapi isu peretasan data tersebut, Joni Martinus, VP Public Relations PT KAI, menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa data KAI telah bocor. Meskipun demikian, PT KAI akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kami akan terus melakukan investigasi mendalam untuk mengklarifikasi isu ini," kata Joni.

Pihaknya juga memberikan jaminan keamanan terkait Fitur Face Recognition Boarding Gate yang digunakan oleh KAI. Dia menyatakan bahwa pihaknya telah menerapkan manajemen keamanan informasi yang kuat.

"Kami juga pastikan bahwa seluruh data KAI aman, dan hingga saat ini seluruh sistem operasional IT, pembelian tiket online KAI, serta layanan Face Recognition Boarding Gate di semua stasiun masih berjalan dengan baik," tuturnya.

Ia menekankan bahwa KAI telah memiliki manajemen keamanan informasi yang baik dengan implementasi standar internasional ISO 27001 tentang Manajemen Keamanan Informasi. KAI juga berjanji untuk bekerja sama dengan pihak berwajib dalam penyelidikan terhadap dugaan perangkat pemeras.

"KAI berkomitmen tidak akan tunduk pada kejahatan pemerasan ini," tutur Joni. 

Selain itu, Joni menambahkan bahwa KAI secara rutin meningkatkan keamanan sistem komputer dan informasi untuk memastikan kenyamanan pelanggan dalam menggunakan jasa transportasi massal kereta api yang nyaman, aman, dan tepat waktu. [nadira]

 
Related News

Popular News

 

News Topic