
ThePhrase.id – Lubang raksasa atau sinkhole yang berisi air secara tiba-tiba muncul di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota pada Minggu (4/1). Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Vasko Ruseimy menegaskan bahwa air yang berada di dalam sinkhole mengandung bakteri Escherichia coli (E-Coli).
Vasko menjelaskan, berdasarkan kajian awal Badan Geologi serta hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan, kualitas air di lokasi tersebut menunjukkan kandungan bakteri yang cukup tinggi. Selain itu, tingkat keasaman air atau potential of hydrogen (pH) tercatat berada di bawah angka 6,5.
Kondisi ini membuat air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Sehingga pemerintah setempat mengimbau masyarakat agar tidak meminumnya, karena kandunganya seperti air sungai pada umumnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Badan Geologi, serta instansi terkait terus melakukan pemantauan dan kajian lanjutan guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi sinkhole.
Vasko berharap penjelasan tersebut dapat menjadi pedoman bagi warga agar tidak keliru memanfaatkan air dari kawasan tersebut. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa fenomena sinkhole murni merupakan proses alam dan tidak berkaitan dengan unsur mistis maupun klaim penyembuhan penyakit.
“Tidak ada air ini untuk menyembuhkan penyakit atau demi kesehatan. Itu tidak ada,” tegasnya melansir Antara News.
Wakil Gubernur Vasko juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi batas pengamanan yang telah ditetapkan. Aparat kepolisian telah memasang garis polisi dengan jarak aman minimal 50 meter dari bibir lubang, mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih berpotensi mengalami amblas.
Berdasarkan hasil perhitungan cepat, kandungan total zat terlarut (Total Dissolved Solids/TDS) dan besi (Fe) dalam air masih tergolong aman. Namun, tingginya kandungan bakteri E-Coli menjadi faktor utama yang menyebabkan air tersebut tidak layak dikonsumsi tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu.
Kajian mendalam juga terus dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar bersama Badan Geologi. Hasil kajian komprehensif tersebut nantinya akan menjadi dasar rekomendasi teknis yang disampaikan kepada Bupati Limapuluh Kota untuk menentukan kebijakan lanjutan terkait pemanfaatan dan pengamanan kawasan sinkhole. [Syifaa]