sport

Wahai Donald Trump, Bantulah Iran untuk Bermain di Piala Dunia 2026

Penulis Ahmad Haidir
Mar 04, 2026
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, diminta untuk membantu Timnas Iran agar bermain di Piala Dunia 2026. Foto Instagram Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, diminta untuk membantu Timnas Iran agar bermain di Piala Dunia 2026. Foto Instagram Donald Trump.

Thephrase.id - Donald Trump didesak untuk mengirimkan sinyal damai kepada Timnas Iran agar tetap bisa tampil di Piala Dunia 2026 meski konflik militer masih berlangsung.

Desakan itu disampaikan penulis sekaligus pendiri OutKick, Clay Travis, yang meminta Presiden Amerika Serikat tersebut turun tangan langsung.

Dilansir Daily Mail, ia mengusulkan agar Trump secara pribadi menjamin keselamatan para pemain Timnas Iran sebagai pesan kuat kepada masyarakat negara tersebut.

Usulan tersebut muncul setelah Federasi Sepak Bola Iran mengakui bahwa mereka belum mengetahui apakah tim dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat menyusul serangan terbaru Amerika dan Israel.

"Saya benar-benar berpikir akan sangat berdampak jika Presiden Trump keluar dan mengatakan, 'Kami ingin Timnas Iran mewakili rakyat baik Iran di Piala Dunia'," tegasnya.

Travis menilai lolos ke putaran final merupakan pencapaian besar dan kebanggaan nasional bagi negara mana pun sehingga para pemain pantas tampil di panggung dunia.

"Itu adalah kesempatan untuk mengirim pesan kepada rakyat Iran bahwa Anda berada di pihak mereka," bebernya.

Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat seharusnya memberi ruang bagi para pemain Timnas Iran untuk tampil dan mewakili rakyatnya dalam pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di sejumlah kota tuan rumah musim panas ini.

"Presiden Trump harus keluar dan mengatakan, 'Saya akan membawa para pemain ini dari Iran. Saya akan membawa mereka ke Amerika Serikat. Dan kami akan menjaga mereka tetap aman'," lanjutnya.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan dimulai pada 11 Juni 2026 dengan Timnas Iran tergabung di Grup G bersama Timnas Selandia Baru, Timnas Belgia, dan Timnas Mesir untuk laga yang digelar di Los Angeles dan Seattle.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyatakan partisipasi timnya jauh dari harapan dan sulit memandang turnamen dengan optimisme.

Iran kini memasuki masa berkabung wajib selama 40 hari setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan akhir pekan lalu sehingga seluruh kompetisi domestik dan laga persahabatan dihentikan.

Donald Trump sebelumnya memperkirakan operasi militer akan berlangsung empat minggu atau kurang, sementara waktu persiapan dan pengaturan perjalanan Timnas Iran semakin terbatas.

Di bawah aturan pemerintahan Trump saat ini, sebagian besar suporter Iran dilarang masuk ke Amerika Serikat meski pemain dan staf pelatih sebelumnya dijanjikan pengecualian visa khusus, sementara FIFA menyatakan terus memantau situasi tanpa mengumumkan rencana cadangan apabila Timnas Iran mundur.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic