sportLiga Inggris

Warisan Abadi Oliver Glasner, Pergi Sebagai Legenda Setelah Membawa Crystal Palace Menaklukkan Eropa

Penulis Ahmad Haidir
May 28, 2026
Crystal Palace menjuarai Conference League musim ini. Foto X Crystal Palace.
Crystal Palace menjuarai Conference League musim ini. Foto X Crystal Palace.

Thephrase.id - Crystal Palace menutup musim 2025-2026 dengan cara yang nyaris tidak pernah dibayangkan sebelumnya setelah menjuarai Conference League berkat kemenangan 1-0 atas Rayo Vallecano di Leipzig pada Rabu, 27 Mei 2026.

Pertandingan itu juga sekaligus menjadi perpisahan pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, yang akan meninggalkan pada akhir musim ini.

Keberhasilan itu melengkapi rangkaian 12 bulan luar biasa Crystal Palace setelah sebelumnya mereka juga menjuarai Piala FA dan Community Shield dalam rentang 375 hari yang sepenuhnya mengubah wajah The Eagles, selama bertahun-tahun hanya dikenal sebagai penghuni papan tengah Premier League.

BBC mengulas, perjalanan menuju periode bersejarah itu bermula pada akhir 2023 ketika chairman Crystal Palace, Steve Parish, bertemu dengan Glasner dalam sebuah pertemuan yang diatur direktur olahraga Dougie Freedman setelah memantau kiprahnya bersama Wolfsburg dan Eintracht Frankfurt di Bundesliga.

Saat itu, Roy Hodgson masih menangani Crystal Palace, tetapi tekanan terhadap The Eagles untuk melakukan perubahan semakin besar hingga akhirnya Palace memutuskan menunjuk Glasner beberapa bulan kemudian setelah Hodgson meninggalkan Selhurst Park pada Februari 2024.

Dalam waktu singkat, Glasner mampu mengubah mentalitas Crystal Palace yang sebelumnya lebih fokus bertahan di Premier League menjadi tim yang mulai percaya diri memburu trofi dan bersaing di level Eropa.

Akan tetapi, perjalanan Crystal Palace menuju musim bersejarah tidak berjalan mulus setelah UEFA memutuskan menurunkan mereka dari Europa League ke Conference League akibat aturan kepemilikan multi-klub karena pebisnis asal Amerika Serikat, John Textor, memiliki saham di Palace dan Lyon yang sama-sama lolos ke Europa League.

Keputusan tersebut memicu kemarahan di internal hingga Steve Parish menyebut hukuman UEFA sebagai salah satu ketidakadilan terbesar dalam sepak bola Eropa sebelum banding Crystal Palace ke Court of Arbitration for Sport akhirnya ditolak.

Kendati demikian, Crystal Palace langsung membuka musim baru dengan kemenangan atas Liverpool dalam Community Shield do Wembley, tetapi situasi kembali memanas setelah Eberechi Eze hengkang ke Arsenal dengan nilai transfer rekor klub dan masa depan Marc Guehi ikut berada di ujung ketidakpastian.

Liverpool sebenarnya hampir mendapatkan tanda tangan Guehi sebelum Crystal Palace membatalkan transfer tersebut pada hari terakhir bursa transfer karena gagal merekrut bek Brighton dan Hove Albion, Igor Julio, sebagai pengganti, sementara laporan lain menyebut Glasner mengancam mundur apabila klub tetap melepas kapten The Eagles itu.

Ketegangan antara Glasner dan manajemen Crystal Palace semakin terasa karena sang pelatih kecewa melihat The Eagles justru membuka peluang penjualan pemain inti ketika sedang bersiap menjalani musim perdana di kompetisi Eropa dengan tambahan jadwal pertandingan yang jauh lebih padat.

Situasi semakin memburuk ketika Crystal Palace memasuki periode tanpa kemenangan dalam 12 pertandingan di semua kompetisi antara Desember 2025 hingga Januari 2026 yang membuat terlempar dari persaingan papan atas Premier League dan berada dekat zona degradasi.

Krisis mencapai titik terendah ketika Crystal Palace tersingkir dari Piala FA setelah kalah dari klub non-liga Macclesfield dalam hasil yang disebut sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen tersebut. Glasner kembali mengejutkan publik dengan mengumumkan akan meninggalkan klub pada akhir musim.

Keputusan itu muncul tidak lama setelah Crystal Palace sepakat menjual Marc Guehi ke Manchester City. Sementara Glasner secara terbuka mengkritik Steve Parish dan pengambil keputusan lain di The Eagles karena dianggap meninggalkan timnya di tengah musim yang sulit.

Meski sempat muncul ketegangan internal yang besar di Selhurst Park, Steve Parish tetap mempertahankan Glasner karena meyakini pelatih asal Austria itu merupakan sosok paling sukses yang pernah dimiliki Crystal Palace dan keputusan tersebut akhirnya mengubah sejarah klub secara total.

Ketika menjalani laga kandang terakhir Premier League bersama Crystal Palace, Glasner bahkan sempat bercanda mengenai perselisihannya dengan Parish sambil menegaskan bahwa momen terbaik mereka belum terjadi karena Palace masih memiliki final Conference League di Leipzig. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic