
ThePhrase.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui berbagai inovasi. Melalui KAI Services, KAI menghadirkan Warteg on Train yang menawarkan pengalaman kuliner baru bagi para penumpang.
Warteg on Train mulai beroperasi pada Jumat, 16 Oktober 2026, dengan menyajikan berbagai hidangan khas bercita rasa rumahan di Kereta Batavia relasi Stasiun Gambir menuju Stasiun Solo Balapan.
Layanan ini memungkinkan pelanggan kereta menikmati hidangan favorit warteg, seperti ayam goreng hingga kikil kecap selama perjalanan. KAI juga menyajikan pilihan lauk lainnya, seperti telur dadar serta tumis kangkung, layaknya warteg pada umumnya.
Makanan yang disajikan juga ditempatkan dalam etalase prasmanan agar penumpang dapat memilih lauk sesuai selera.
Bagi penumpang yang menempuh perjalanan antarkota selama berjam-jam, makanan dan minuman tetap menjadi kebutuhan di tengah perjalanan. Menurut catatan sejarah KAI Services, kebutuhan tersebut menjadi alasan dibentuknya layanan restoran kereta api di Indonesia pada era 1930-an. Kereta restorasi kemudian menjadi tempat pelayanan konsumsi di dalam rangkaian kereta.
Gerbong makanan memang bukan hal baru yang dihadirkan oleh KAI. Namun, melalui konsep Warteg on Train, penumpang dapat merasakan pengalaman bersantap yang sudah akrab dengan keseharian masyarakat Indonesia.
Sejarah Kuliner di Atas Kereta
Sebelum kehadiran Warteg on Train, perjalanan kuliner di atas kereta telah berlangsung sejak era Es Siripit, yang menjadi sajian pada masa awal RESTORKA, unit restoran kereta api di lingkungan PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api).
Kemudian, pada 1972, KAI menyajikan Nasi Goreng Parahyangan yang sudah tidak asing lagi bagi pelanggan setianya. Meski sempat menghilang dari menu KAI, nasi goreng tersebut kembali dihadirkan pada 2017 melalui program Reborn the Legend. Program ini juga mencakup menu lainnya, seperti Nasi Rames Nusantara, bistik, Nasi Harum Wangi, singkong rebus, dan singkong goreng keju.
Selain menghadirkan kembali menu-menu legendaris, KAI sempat menghentikan kegiatan memasak langsung di kereta pada 2012. Namun, pada 2021, KAI kembali menghadirkan aroma masakan di kereta melalui layanan di KA Argo Bromo Anggrek, dengan menu Nasi Goreng Parahyangan Legend, Nasi Rames Ayam Serundeng, Selat Solo, dan Bakmi Godog Jawa. Pada 2025, layanan ini masih berlanjut di KA Argo Bromo Anggrek, Argo Lawu, Taksaka, Argo Dwipangga, dan Argo Wilis.
Pada 2022, KAI Services meluncurkan program Hidden Culinary dengan menggandeng UMKM kuliner. Program ini menghadirkan 16 kuliner unggulan dari berbagai kota yang berlangsung pada 22 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023.
Hingga kini, KAI terus menambahkan menu-menu baru. Pada Maret 2026, KAI menambahkan pilihan menu seperti sei sapi dan sapi lada hitam. Selain itu, tersedia menu khusus berbuka puasa selama Ramadan, seperti kolak pisang, bubur kacang hijau, buko pandan, kurma, dan gorengan.
Pengalaman kuliner di atas kereta juga terus berkembang melalui layanan live cooking dan sajian khas daerah yang menemani perjalanan. Kini, penumpang juga dapat menikmati pengalaman memilih lauk ala warteg di kereta makan. [Syifaa]