
ThePhrase.id - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andi Saiful Haq mengibaratkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) sebagai bintang sepak bola asal Argentina, Lionel Messi, namun tanpa trofi Piala Dunia.
Hal tersebut disampaikan Saiful karena menurutnya, Jokowi merupakan seorang figur politik besar dengan rekam jejak nyaris sempurna, selayaknya Messi sebagai pesepak bola dengan segudang prestasi yang telah diraihnya.
“Pak Jokowi itu ibarat Messi tanpa Piala Dunia,” ujar Saiful dalam keterangannya, Rabu (3/2) dikutip Antaranews.
Saiful menjelaskan bagaimana dalam sepanjang perjalanan karier Messi, ia telah meraih hampir seluruh gelar bergengsi, baik di level klub maupun individu, sebelum akhirnya menjuarai Piala Dunia pada tahun 2022 bersama Argentina.
“Messi sudah memenangkan hampir semua liga, mulai dari 10 gelar La Liga, tujuh gelar Copa Del Rey, dan empat Liga Champions. Belum lagi penghargaan bergengsi Ballon d’Or dan Sepatu Emas Eropa. Mirip seperti Pak Jokowi,” katanya.
Ia kemudian memaparkan catatan politik Jokowi yang menurutnya luar biasa, khususnya di jalur eksekutif. Saiful menilai keberhasilan Jokowi memenangkan berbagai pemilihan langsung dari tingkat daerah hingga nasional merupakan pencapaian yang jarang dimiliki politisi Indonesia.
Capaian-capaian tersebut yakni ketika Jokowi memenangkan Pilkada Wali Kota Solo sebanyak dua kali, menang Pilkada Gubernur DKI Jakarta, dan dua kali terpilih sebagai Presiden RI.
Selain itu, nama Jokowi juga disebut-sebut sebagai faktor kemenangan pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029, yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Jarang politisi nasional memiliki karir cemerlang seperti beliau. Setelah tidak menjabat pun, approval rating beliau masih tinggi,” jelasnya.
Saiful mengatakan, dalam catatan kemenangan politik Jokowi, masih ada satu capaian penting yang belum diraih dalam perjalanan politiknya. Hal tersebut ialah kemenangan pemilu legislatif secara personal.
Ia kemudian menyinggung keterlibatan Jokowi bersama PDI Perjuangan di masa lalu. Meski PDIP pernah memenangkan pemilu legislatif saat Jokowi berada di dalamnya, kontribusi Jokowi disebut tidak sepenuhnya diakui.
“Memang Pak Jokowi pernah bersama PDIP, namun kemenangan PDIP di pemilu legislatif, tidak akan pernah diakui sebagai kontribusi Jokowi, meski survei-survei menyatakan berbeda,” kata Saiful.
“Jadi, wajar jika dalam Rakernas PSI 2026 di Makassar, Jokowi akan mati-matian membawa PSI ke Senayan. Bagi Pak Jokowi ini adalah karir paripurna, sama halnya Piala Dunia bagi Messi,” tandasnya. (Rangga)