
ThePhrase.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palembang, Sumatra Selatan, mengingatkan masyarakat di 18 kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Imbauan ini disampaikan seiring kondisi cuaca yang masih tidak menentu meski wilayah tersebut mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Kepala BPBD Kota Palembang, Ahmad Furqon, mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi lintas sektor bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Langkah ini dilakukan untuk memantau perkembangan cuaca sekaligus mempercepat respons penanganan di lapangan apabila terjadi bencana.
"Kondisi ini meningkatkan risiko pohon tumbang dan banjir, juga tanah longsor, sehingga BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar saat cuaca ekstrem berlangsung, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam," jelasnya.
Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi yang kerap disertai petir masih berpotensi terjadi. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana seperti banjir, pohon tumbang, hingga tanah longsor. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak berteduh di bawah pohon besar saat cuaca ekstrem serta selalu waspada terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Sebagai upaya pencegahan, BPBD melakukan pemetaan terhadap pohon-pohon yang dinilai berisiko tumbang. Pohon dengan kondisi terlalu rimbun akan dipangkas guna mengurangi potensi bahaya, terutama di kawasan permukiman dan jalur lalu lintas.
Dari hasil kajian risiko bencana, Kota Palembang saat ini menghadapi dua ancaman sekaligus, yakni banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada Minggu (5/4), curah hujan tinggi menyebabkan sekitar 40 titik di kota tersebut tergenang air dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Selain banjir, BPBD juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla dengan menyesuaikan arahan nasional, termasuk hasil Apel Karhutla yang digelar di Riau. Personel dan peralatan telah disiagakan, bekerja sama dengan Basarnas dan dinas pemadam kebakaran. Untuk penanganan banjir, BPBD menyiapkan tiga perahu karet sebagai sarana evakuasi.
Wilayah yang menjadi perhatian khusus terkait karhutla berada di kawasan perbatasan, seperti Kecamatan Kertapati yang kerap menjadi titik rawan kebakaran lahan. Pemerintah Kota Palembang mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, termasuk membakar sampah sembarangan, karena tindakan tersebut memiliki konsekuensi hukum sesuai peraturan yang berlaku. (Syifaa)