lifestyleHealth

Waspada Heatstroke Saat Cuaca Panas! Ini Langkah Darurat yang Perlu Disiapkan

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jun 27, 2026
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Canva/Aflo Images)
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Canva/Aflo Images)

ThePhrase.id - Saat ini, dunia sedang dilanda cuaca panas cukup ekstrem, seperti yang terjadi di beberapa negara di benua Eropa dan Amerika. Cuaca panas tersebut dapat memicu terjadinya heatstroke.

Dokter spesialis kegawatdaruratan dan trauma dari Medanta Noida, dr. Santosh Pandey mengingatkan bahwa heatstroke atau sengatan panas merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera.

Kondisi ini ditandai dengan gangguan fungsi otak, seperti kebingungan, bicara pelo, kejang, hingga hilang kesadaran.

Heat exhaustion dan heatstroke berada dalam spektrum yang sama, tetapi heatstroke merupakan keadaan darurat medis,” jelas Pandey, dilansir Hindustan Times melalui Antaranews, Rabu (24/6).

Pandey menjelaskan bahwa penderita heat exhaustion umumnya masih dalam keadaan sadar dan mampu merespons meski mengalami keringat berlebih, tubuh lemas, pusing, sakit kepala, mual, kram otot, serta denyut nadi yang meningkat.

Namun, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi heatstroke ketika suhu inti tubuh melampaui 40 derajat Celsius dan mulai mengganggu fungsi otak.

“Tanda peringatannya meliputi kebingungan, disorientasi, bicara pelo, kejang, hilang kesadaran, atau perilaku yang tidak biasa,” katanya.

Perubahan Kondisi Mental jadi Indikator Utama

Pandey menegaskan bahwa perubahan kondisi mental merupakan indikator utama yang membedakan heatstroke dari kelelahan akibat panas.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa semua penderita heatstroke berhenti berkeringat. Menurutnya, pasien yang mengalami heatstroke akibat aktivitas fisik berat masih dapat berkeringat.

“Kulit panas dan kering memang bisa menjadi tanda heatstroke yang sudah lanjut, tetapi tidak boleh dijadikan satu-satunya acuan diagnosis,” tuturnya.

Apabila menemukan seseorang yang diduga mengalami heatstroke, Pandey menyarankan agar segera menghubungi layanan medis darurat, memindahkan korban ke tempat yang teduh atau berpendingin udara, melepas pakaian berlebih, serta mendinginkan tubuh menggunakan air dingin, handuk basah, kipas angin, atau kompres es pada leher, ketiak, dan selangkangan.

“Jika korban masih sadar dan mampu menelan, berikan sedikit demi sedikit cairan dingin. Jangan memaksa memberi minum apabila korban kebingungan atau tidak sadar,” tukasnya.

Pandey juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan saat cuaca sangat panas dan lembap, khususnya bagi kelompok seperti lansia, anak-anak, penderita penyakit kronis, pekerja lapangan, dan lainnya.

“Kurangi intensitas olahraga saat gelombang panas dan segera berhenti jika muncul pusing, kelelahan berlebihan, sakit kepala, mual, atau sesak napas yang tidak biasa,” tandasnya. (Rangga) 

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic