Wastraloka, UMKM Yogyakarta Berhasil Tembus Pasar Global

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Pemerintah terus mendorong UMKM lokal untuk naik kelas dan dapat menembus pasar Global. Salah satunya adalah Wastraloka yang merupakan UMKM binaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Kesuksesan Wastraloka mendapatkan apresiasi dari Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara.

“Saya mendapat kesempatan mengunjungi Wastraloka dan kita lihat bahwa Wastraloka ini muncul sebagai UMKM yang mampu memasarkan produknya ke mancanegara. Artinya melakukan ekspor,” ujar Wamenkeu Suahasil Nazara, di Klaten, Jawa Tengah pada 8 Juli 2022.

Wastraloka merupakan UMKM di Yogyakarta yang dirintis oleh Eni Anjayani sejak tahun 2014. UMKM tersebut merupakan salah satu yang berupaya untuk menciptakan karya kreatif yang tak hanya ramah lingkungan namun juga memiliki khas Indonesia yang dapat dikenal oleh pasar global.

Produk Wastraloka. (Foto: Instagram/wastraloka.official)

Wastraloka menjadi ide Eni Anjayani saat masih menjadi pegawai kantoran. Ia memiliki hobi mengumpulkan batik dan ingin membuat hiasan rumah dengan seni batik buatan tangan.

Hasil kerajinan Wastraloka memiliki keunikan dengan nilai jual ekspor yang menarik. Produk unggulannya berupa home decor atau hiasan rumah mulai dari satu set teko dan cangkirnya, nampan, piring, toples, payung hingga mini diffuser.

Uniknya, bahan yang digunakan adalah bahan daur ulang seperti material sisa dari pabrik kulkas. Wastraloka juga menggunakan bahan alami seperti kayu dan rotan. Wastraloka juga memasukan seni dan budaya membatik pada produk-produknya.

UMKM Yogyakarta
Teko dan cangkir Wastraloka. (Foto: Instagram/wastraloka.official)

Seluruh produknya pun dibuat secara handmade dengan keunikan masing-masing serta motif-motif batik yang cantik digambarkan di piring, teko, cangkir dan lainnya.

Tak hanya keindahan dan estetikanya saja yang menarik perhatian. Wastraloka juga memberdayakan pengrajin dan seniman lokal untuk bergabung dalam bisnis yang dijalankan.

Saat ini, UMKM Yogyakarta ini sudah melakukan ekspor ke beberapa negara seperti, Singapura, Malaysia, Australia hingga Belanda. UMKM tersebut juga sudah mampu memproduksi hingga 1.000 lebih unit dan mendapatkan omzet ratusan juta rupiah setiap bulannya.

Wamenkeu berharap UMKM lainnya dapat terinspirasi dan ikut terus naik kelas dari UMKM yang bekerja secara rumahan, kemudian ditingkatkan terus kreativitasnya sehingga mampu menjadi UMKM yang mampu maju ke panggung dunia. [Syifaa]

 

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you