lifestyleCoffee

Wet vs Dry Cappuccino, Apa Bedanya?

Penulis Firda Ayu
Jan 26, 2026
(Foto: by Baguette Knight on Unsplash)
(Foto: by Baguette Knight on Unsplash)

ThePhrase.id – Istilah di dunia kopi ternyata bisa menjadi detail ‘kecil’ yang membuat rasa minumanmu beda jauh. Salah satunya saat memesan cappuccino, ada istilah wet dan dry yang wajib kamu ketahui.

Pernah mendengar istilah wet cappuccino dan dry cappuccino? Terdengar sepele, kedua istilah ini ternyata sangat menentukan apakah cappuccino kamu bakal terasa creamy atau justru lebih bold.

Apa itu Cappuccino?

Secara klasik, Nescafé mendeskripsikan cappuccino sebagai minuman berbasis espresso yang dibuat dari kombinasi espresso, susu steamed, dan busa susu. Rasio yang paling umum adalah 1:1:1, yaitu satu bagian espresso, satu bagian susu panas, dan satu bagian busa susu.

Disajikan dalam cangkir yang lebih kecil dari latte sekitar 150 - 180 ml, cappuccino dikenal sebagai minuman dengan keseimbangan rasa kopi yang kuat dan tekstur susu yang lembut, kadang diberi taburan cokelat di atasnya. 

Menariknya, dari racikan klasik ini, racikan cappuccino masih bisa “dimainkan” sesuai selera, termasuk lewat versi wet dan dry.

Wet Cappuccino

Wet cappuccino bisa menjadi pilihan buat kamu yang menyukai rasa creamy susu dan kopi yang lembut. Pada versi ini, porsi susu steamed lebih banyak dibandingkan busanya. Kandungan busa susu hanya sekitar 25 persen, sementara susunya mencapai 75 persen. Hasilnya, cappuccino terasa lebih milky, manis alami dari susu, dengan lapisan busa yang tipis.

Dengan kandungan susu yang tinggi, rasa pahit espresso pada wet cappuccino terasa lebih seimbang dengan tekstur yang halus karena kandungan busa susu yang minim. Menariknya, wet cappuccino sering jadi pilihan favorit bagi yang ingin naik level dari latte, namun belum siap dengan rasa kopi yang terlalu kuat. 

Dry Cappuccino

Berbeda dengan wet cappuccino, dry cappuccino hadir bagi pecinta rasa kopi yang lebih bold. Minuman ini menggunakan lebih sedikit susu steamed dan lebih banyak busa. Lapisan busa yang tebal dan padat akan menutupi espresso di bawahnya. 

Karena susunya minim, karakter espresso terasa lebih menonjol, lebih pekat, dan tegas, namun dengan sentuhan creamy dari busa susu. Uniknya, busa tebal inilah yang membuat dry cappuccino cenderung lebih lama panas. Cocok untuk kamu yang mau rasa kopi kuat, tapi tidak seintens minum espresso langsung.

Meski terdengar kontras, perbedaan wet dan dry cappuccino sebenarnya tidak ekstrem. Semuanya kembali ke rasio susu dan busa, semakin banyak susu maka rasanya akan semakin ringan dan creamy. Sementara semakin banyak busa, rasa kopi makin terasa. 

Selain wet dan dry, ada juga istilah yang lebih ekstrem. Bone-dry cappuccino dengan kandungan hampir seluruhnya terdiri dari busa tanpa susu cair, mirip macchiato. Sementara super-wet cappuccino nyaris tanpa busa dan penuh susu, rasanya mendekati flat white. Intinya sederhana, semakin “basah” berarti makin banyak susu dan semakin “kering” berarti makin banyak busa.

Itu dia arti dari istilah wet dan dry dalam cappuccino. Jadi, kalian tim wet cappuccino yang creamy atau dry cappuccino yang bold[fa]

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic