tech

WhatsApp Hadirkan Strict Account Settings, Fitur Keamanan Baru untuk Privasi Ekstra

Penulis Nadira Sekar
Jan 30, 2026
Foto: Strict Account Settings (dok. WhatsApp)
Foto: Strict Account Settings (dok. WhatsApp)

ThePhrase.id - Aplikasi berbagi pesan di bawah naungan Meta, WhatsApp kembali memperkuat komitmennya dalam menjaga privasi pengguna dengan memperkenalkan fitur baru bernama Strict Account Settings. 

Fitur ini dirancang untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi pengguna yang membutuhkan tingkat keamanan lebih tinggi, seperti jurnalis, aktivis, hingga figur publik yang berpotensi menjadi target serangan siber.

Menurut WhatsApp, kehadiran Strict Account Settings merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menghadapi ancaman digital yang kian kompleks. Di sisi lain, fitur ini tetap dirancang agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna dalam berkirim pesan sehari-hari.

Sejak awal, WhatsApp menegaskan bahwa privasi merupakan fondasi utama layanannya melalui penerapan enkripsi end-to-end secara default. Dengan Strict Account Settings, perlindungan tersebut kini ditingkatkan ke level yang lebih ketat melalui pengaturan akun yang secara otomatis dikunci pada standar keamanan tertinggi.

Saat fitur ini diaktifkan, sejumlah fungsi WhatsApp akan dibatasi demi menjaga keamanan akun. Salah satunya adalah pemblokiran lampiran dan media yang dikirim dari nomor yang tidak tersimpan di daftar kontak. Selain itu, beberapa pengaturan privasi dan keamanan tidak dapat diubah secara bebas untuk mencegah potensi penyalahgunaan atau celah keamanan.

Fitur Strict Account Settings dapat diaktifkan melalui menu Settings, lalu masuk ke Privacy dan memilih Advanced. WhatsApp memastikan fitur ini akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan dan tersedia untuk pengguna di berbagai wilayah.

Perlindungan Tambahan dari Sisi Teknologi

Tidak hanya dari sisi pengaturan akun, WhatsApp juga memperkuat sistem keamanannya melalui teknologi yang digunakan untuk memproses media seperti foto, video, dan dokumen. Salah satu langkah penting yang diambil adalah pemanfaatan bahasa pemrograman Rust, yang dikenal memiliki tingkat keamanan lebih tinggi dalam mencegah celah memori dan eksploitasi sistem.

Selain itu, WhatsApp menerapkan serangkaian pemeriksaan tambahan terhadap file yang dibagikan antar pengguna. Sistem ini mampu mendeteksi format file mencurigakan, lampiran berisiko tinggi seperti dokumen PDF dengan skrip tersembunyi, hingga file yang menyamar sebagai jenis lain. Langkah ini bertujuan untuk menghentikan potensi malware sebelum file tersebut dibuka oleh pengguna.

Ke depan, WhatsApp menegaskan akan terus memperluas penggunaan teknologi yang berfokus pada keamanan, termasuk adopsi bahasa pemrograman yang lebih aman dan sistem perlindungan berlapis. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga privasi dan keamanan miliaran pengguna WhatsApp di seluruh dunia. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic