
ThePhrase.id - Meta tengah menguji layanan berlangganan baru untuk WhatsApp yang diberi nama WhatsApp Plus. Dilansir TechCrunch, fitur ini hadir sebagai opsi tambahan bagi pengguna yang ingin mempersonalisasi pengalaman penggunaan aplikasi, tanpa mengubah fungsi utama yang tetap gratis.
Uji coba WhatsApp Plus saat ini masih terbatas dan baru tersedia untuk sebagian kecil pengguna. Kehadiran fitur ini pertama kali diungkap oleh konsultan media sosial Matt Navarra, sebelum kemudian dikonfirmasi langsung oleh Meta. “WhatsApp sedang menguji langganan opsional baru bernama WhatsApp+, yang dirancang bagi pengguna yang menginginkan lebih banyak cara untuk mengatur dan mempersonalisasi pengalaman mereka,” ujar juru bicara Meta, dikutip dari TechCrunch.
Menurut laporan 9to5Mac, fitur WhatsApp Plus mulai muncul di versi beta Android dan diperkirakan akan diperluas ke iOS serta platform lainnya dalam waktu dekat. Paket berlangganan ini menawarkan berbagai fitur premium, seperti penggantian tema aplikasi, pilihan ikon khusus, nada dering eksklusif, hingga akses ke stiker premium. Salah satu fitur yang cukup menonjol adalah kemampuan menyematkan hingga 20 chat sekaligus, meningkat dari batas tiga chat pada versi gratis.
Namun, mayoritas fitur yang ditawarkan bersifat kosmetik. Artinya, pengguna tetap dapat menikmati layanan inti WhatsApp, seperti berkirim pesan, panggilan suara dan video, serta sistem enkripsi, tanpa biaya. Namun, pelanggan WhatsApp Plus akan mendapatkan fleksibilitas lebih dalam menyesuaikan tampilan dan notifikasi sesuai preferensi pribadi.
Untuk harga, Meta belum mengumumkan secara resmi. Namun, berdasarkan temuan WABetaInfo, biaya langganan diperkirakan berada di kisaran 2,49 euro per bulan di Eropa atau sekitar 2,99 dolar AS. Di beberapa negara, seperti Pakistan, harga disebut dapat lebih rendah. Pengguna juga dilaporkan akan mendapatkan masa uji coba gratis selama satu bulan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Meta dalam memperluas sumber pendapatan berbasis langganan. Sebelumnya, WhatsApp sempat menerapkan biaya langganan tahunan sebelum dihentikan pada 2016. Kini, dengan basis pengguna global yang telah melampaui 3 miliar, WhatsApp Plus menjadi eksperimen baru untuk menguji potensi monetisasi dari fitur premium. [nadira]