
ThePhrase.id - YouTube kini memberikan cara baru bagi pengguna untuk mengurangi kebiasaan doomscrolling. Platform video milik Google tersebut mulai mengizinkan fitur Shorts dimatikan sepenuhnya di aplikasi mobile melalui pengaturan timer yang dapat diatur hingga nol menit.
Sebelumnya, pengguna hanya dapat membatasi durasi minimal 15 menit. Dengan opsi baru tersebut, pengguna yang mengaktifkan timer nol menit akan langsung melihat pesan “time limit reached” saat membuka tab Shorts, sehingga tidak dapat lagi mengakses feed video pendek tersebut. Fitur ini tersedia di aplikasi iOS dan Android, meski peluncurannya masih dilakukan secara bertahap.
Selain untuk pengguna umum, pembaruan ini juga menitikberatkan pada kontrol orang tua. YouTube menyebutkan orang tua kini dapat menentukan durasi waktu anak menonton Shorts, bahkan memblokirnya sepenuhnya jika diperlukan.
Pengaturan ini bisa diterapkan sementara, misalnya saat anak diminta fokus belajar, atau permanen jika ingin mengurangi paparan konten video pendek. Orang tua juga dapat mengatur pengingat “Bedtime” dan “Take a Break” untuk mendorong kebiasaan menonton yang lebih sehat.
Menurut YouTube, pembaruan tersebut merupakan bagian dari upaya melindungi remaja di dunia digital. Perusahaan menekankan bahwa fokus mereka bukan menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membantu mereka mengonsumsi konten secara lebih bertanggung jawab. Orang tua dari akun yang diawasi juga mendapat fleksibilitas untuk mengatur batas Shorts sesuai kebutuhan, misalnya menonaktifkan saat jam belajar dan mengaktifkannya kembali selama perjalanan panjang.
YouTube juga memperkenalkan prinsip baru untuk meningkatkan kualitas konten bagi remaja. Pedoman tersebut dikembangkan bersama berbagai organisasi global dan pakar, dengan tujuan mendorong rekomendasi konten yang lebih edukatif dan bermanfaat. Video dari kreator edukasi, seperti pembelajaran akademik atau konten pengetahuan, akan lebih sering direkomendasikan kepada pengguna remaja.
Pembaruan ini hadir di tengah meningkatnya perhatian terhadap dampak konsumsi media sosial terhadap remaja. Studi dari Pew Research Center menunjukkan penggunaan aplikasi seperti TikTok, Snapchat, dan Instagram dapat memengaruhi tidur dan produktivitas remaja. Dengan kontrol baru ini, YouTube berharap pengguna dapat mengatur waktu layar lebih baik sekaligus tetap menikmati konten yang mereka sukai. [nadira]