sport

2 Kali Kolaps dalam 4 Hari saat Membela Bayern Munchen, Kesehatan Jamal Musiala Dikhawatirkan

Penulis Ahmad Haidir
Aug 20, 2026
Gelandang Bayern Munchen, Jamal Musiala, kolaps dua kali dalam empat hari. Foto Instagram Jamal Musiala.
Gelandang Bayern Munchen, Jamal Musiala, kolaps dua kali dalam empat hari. Foto Instagram Jamal Musiala.

Thephrase.id - Jamal Musiala kembali mengalami kolaps ketika membela Bayern Munchen dalam pramusim menghadapi Heidenheim pada Selasa, 18 Agustus 2026, hanya empat hari setelah kejadian serupa terjadi saat melawan RB Leipzig.

Musiala masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua, tetapi hanya mampu berada di lapangan selama delapan menit sebelum terjatuh dan kemudian mendapat perhatian dari rekan-rekan setimnya, termasuk kapten Timnas Inggris, Harry Kane.

Pemain berusia 23 tahun itu kemudian mengungkapkan bahwa dirinya mengalami absence seizure yang disebut mudah ditangani dan berkaitan dengan gangguan neurologis.

Sementara Bayern Munchen memastikan kondisi tersebut sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda sebelum Piala Dunia 2026.

Kane mengatakan situasi yang dialami Musiala menjadi perhatian seluruh pemain Bayern Munchen dan mereka berkomitmen memberikan dukungan selama sang gelandang menghadapi kondisi tersebut.

"Jamal tentu sedang melalui masa yang cukup sulit saat ini, saya tahu dia telah mengunggah di media sosial mengenai kondisi ringan yang dialaminya dan dari sudut pandang kami, yang terpenting adalah mendukung Jamal," tegas Kane dilansir BBC.

"Dia sedang menghadapi sesuatu yang tidak dialami semua orang, tetapi ada juga orang yang pernah mengalaminya dan dia melakukan segala sesuatu yang memungkinkan untuk menjadi versi terbaik dari dirinya," bebernya.

Presiden kehormatan Bayern Munchen, Uli Hoeness, menjelaskan bahwa klub sebenarnya telah mengetahui persoalan kesehatan yang dialami Musiala sejak beberapa waktu lalu, tetapi insiden ketika menghadapi RB Leipzig menjadi kejadian pertama yang terlihat secara langsung di lapangan.

"Kami sudah mengetahui masalah ini selama beberapa waktu, tetapi pertandingan melawan Leipzig akhir pekan lalu merupakan kali pertama hal tersebut terjadi di lapangan dan terlihat oleh semua orang," ucap Hoeness.

"Kami mengira jika kejadian itu tidak kembali terjadi dalam waktu dekat, obat yang dikonsumsinya akan membantu, tetapi ketika hal tersebut kembali terjadi empat hari kemudian dengan cara yang sama, saya benar-benar terkejut," kata Hoeness disadur Sky Sports.

Keputusan memainkan Musiala hanya beberapa hari setelah kolaps saat menghadapi RB Leipzig sempat dipertanyakan sejumlah pendukung, tetapi Hoeness menegaskan pemain Timnas Jerman tersebut telah mendapatkan izin dari dokter dan ahli saraf untuk kembali menjalani aktivitas olahraga dengan intensitas tinggi.

"Kami sudah mengambil langkah-langkah pencegahan, dokter yang merawatnya, ahli saraf, dan para spesialis telah memberikan konfirmasi tertulis kepada kami karena hal tersebut sangat penting bahwa menurut penilaian mereka tidak ada kekhawatiran mengenai Jamal untuk menjalani olahraga berprestasi tinggi," tutur Hoeness.

Musiala kemudian menyampaikan kondisi terkininya melalui unggahan di Instagram setelah kejadian melawan Heidenheim, dengan menjelaskan bahwa absence seizure telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya, sementara kondisi tersebut merupakan salah satu jenis kejang umum yang banyak ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa muda.

Ahli saraf dari National Hospital for Neurology and Neurosurgery London, Dr Meneka Sidhu, menjelaskan absence seizure pada umumnya berlangsung dalam hitungan detik dan dapat membuat seseorang terlihat seperti sedang melamun atau menatap kosong, meskipun tingkat kehilangan kesadaran yang dialami dapat berbeda-beda hingga menyebabkan penderitanya kehilangan keseimbangan dan tidak merespons selama episode berlangsung.

2 Kali Kolaps dalam 4 Hari saat Membela Bayern Munchen  Kesehatan Jamal Musiala Dikhawatirkan
Bintang Bayern Munchen, Jamal Musiala, mengalami absence seizure yang disebut mudah ditangani dan berkaitan dengan gangguan neurologis. Foto Instagram Jamal Musiala.

"Hal ini dapat berlangsung sangat singkat dan orang yang mengalaminya bisa melanjutkan aktivitas seperti tidak terjadi apa-apa, sedangkan pada absence seizure atipikal yang berlangsung lebih lama, seseorang dapat melakukan gerakan otomatis seperti memainkan tangan, mengedipkan kelopak mata, atau mengecap bibir, dan sebagian orang dapat terjatuh," kata Sidhu.

Menurut Sidhu, episode absence seizure yang berulang dalam rentang lebih dari 24 jam dapat menjadi indikasi epilepsi, tetapi kondisi tersebut dapat ditangani menggunakan obat-obatan dan tidak secara otomatis menghalangi seseorang untuk tetap menjalani olahraga apabila kondisinya mendapatkan penanganan yang efektif.

"Bagi siapa pun yang mengalami epilepsi, penting untuk berusaha mengidentifikasi pemicunya, sedangkan bagi orang yang berolahraga, pemicunya dapat berupa hiperventilasi dan dehidrasi, dan apabila ditangani secara efektif, tidak ada alasan absence seizure harus menghentikan seseorang untuk berolahraga," ujar Sidhu.

Kondisi Musiala menjadi persoalan terbaru dalam periode sulit yang sebelumnya juga diwarnai berbagai masalah fisik, setelah musim 2024-2025 berakhir lebih cepat akibat cedera, kemudian ia terlibat kecelakaan lalu lintas dan mengalami patah kaki serta dislokasi pergelangan kaki ketika menghadapi Paris Saint-Germain di Piala Dunia Antarklub yang membuatnya harus menepi selama 196 hari.

Musiala sempat kembali bermain dua bulan setelah kecelakaan tersebut untuk memperkuat Timnas Jerman sebanyak empat kali pada Piala Dunia 2026, sementara pelat logam yang sebelumnya terpasang di kakinya baru dilepas pada Juli sehingga membatasi aktivitasnya selama persiapan pramusim. 

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic