
ThePhrase.id – Sosok Abdul Haris Agam yang akrab disapa Agam Rinjani kembali menjadi perbincangan publik atas aksi heroiknya. Kali ini, Agam terjun langsung dalam proses evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Agam yang bergabung dalam proses pencarian tersebut mulai memperkuat tim SAR gabungan pada hari keenam. Ia hadir dengan berbagai persiapan yang matang dan penyesuaian peralatan untuk dapat terjun ke lapangan, mengingat kondisi cuaca tak bersahabat.
Dilansir dari Liputan6, Agam dan timnya ikut berkoordinasi dengan pihak Basarnas soal strategi pencarian, khususnya dalam membantu pada bagian vertical rescue. Fokusnya adalah membantu evakuasi korban, terutama di medan vertikal.
Meski dirinya mengaku medan Gunung Bulusaraung cukup berat karena kontur medan yang curam dan cuaca yang kurang bersahabat, pada akhirnya seluruh korban yang berjumlah 10 orang berhasil ditemukan pada Jumat, 23 Januari 2026.

Rinciannya adalah dua orang korban telah ditemukan sebelum Agam terjun ke lapangan. Di hari Agam dan timnya mengikuti proses evakuasi, Kamis (22/1), enam jenazah berhasil ditemukan. Satu hari setelahnya, pada Jumat (23/1), dua korban lainnya yang juga merupakan dua korban terakhir akhirnya ditemukan. Dengan demikian, per Jumat (23/1), seluruh korban telah ditemukan.
Pengoptimalan kekuatan personel dari tim SAR yang merekrut Agam Rinjani beserta timnya menjadi bala bantuan yang mempercepat proses evakuasi. Penguasaan teknik evakuasi di tebing curam menjadi keahlian Agam yang sebelumnya juga sukses melakukan operasi penyelamatan di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.
Sosok Agam sebelumnya telah viral karena dedikasi dan keberhasilannya dalam misi evakuasi di Gunung Rinjani yang melibatkan seorang warga negara Brasil, Juliana Marins.

Diketahui, Juliana adalah seorang pelancong asal Brasil yang tengah melakukan perjalanan di seluruh Asia Tenggara. Namun, ketika tengah mendaki Gunung Rinjai, sebuah gunung berapi di pulau Lombok, ia terpisah dari kelompoknya dan terperosok ke jurang yang curam.
Operasi evakuasi jenazah Julia pun berhasil diselesaikan tim penyelamat, termasuk Agam, di hari keempat. Salah satu aksi heroik Agam yang menuai pujian publik adalah membangun tenda di tebing curam dan bermalam di lokasi demi mengangkat jenazah korban.
Ia juga meraih apresiasi besar dari publik karena meminta maaf pada keluarga Juliana karena tidak dapat membawa pulang Juliana dalam kondisi selamat. Ia menyampaikan permintaan maaf tersebut pada sebuah rekaman video yang kemudian viral di media sosial.
"Minta maaf tidak bisa membawa pulang Juliana dengan selamat karena kondisi medan yang berat dan terlalu jauh ke bawah dan sudah banyak kasus di Rinjani memang susah (bertahan) hidup kalau jatuh di lubang-lubang itu semua, karena memang terlalu curam," ungkapnya.

Abdul Haris Agam adalah seorang pramuantara, pemandu pendakian, dan relawan penyelamat asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang lahir pada 22 Desember 1988. Ia kenal sebagai relawan penyelamat yang memiliki keahlian dalam vertical rescue dan penyelamatan di medan terjal.
Sebelum bergabung dalam tim penyelamatan korban pesawat ATR dan mengevakuasi jenazah Juliana Marins, Agam juga pernah mengevakuasi pendaki asal Israel yang jatuh di kedalaman 160 meter. Lebih tepatnya pada Agustus 2022, ia melakukan proses evakuasi di medan yang sangat ekstrem.
Kemampuannya untuk menavigasikan, mengoperasikan peralatan, dan bertahan tetap aman di medan yang jauh dari kata mudah tak datang begitu saja. Diketahui, Agam telah menjadi bagian dari organisasi pecinta alam saat masih duduk di bangku kuliah, di Universitas Hasanuddin (Unhas), atau Korpala Unhas.

Sejak masih berstatus mahasiswa, ia telah aktif mendaki gunung. Lalu pada tahun 2011, ia pertama kali menginjakkan kaki di Gunung Rinjani dan jatuh cinta kepada gunung tersebut. Setelah menyelesaikan kuliah, ia memutuskan untuk kembali ke Lombok dan menetap di Sembalun dan berkarier sebagai pemandu pendakian sejak tahun 2015.
Pada wawancaranya di kanal YouTube Gakkum Kehutanan, Agam menyampaikan bahwa hingga 2024, ia telah mengunjungi Gunung Rinjani sebanyak 457 kali dan mendaki hingga puncak 352 kali. Ia bisa melakukan pendakian tiga kali seminggu hingga empat kali dalam satu bulan.
Kini, ia tak hanya dikenal sebagai sebatas porter atau pemandu pengunjung Gunung Rinjani, melainkan sebagai relawan penyelamat yang berjasa dalam operasi penyelamatan di medan-medan ekstrem. Menurutnya, rasa kemanusiaan mengatasi rasa takut yang ia rasakan ketika melakukan penyelamatan. [rk]