
ThePhrase.id – Di tengah dominasi pria dalam dunia motorsport yang tergolong maskulin, terdapat sosok perempuan yang perlahan membuat namanya dikenal oleh publik berkat berbagai prestasi dan sejumlah titel "pertama" yang ditorehkannya. Amna Al Qubaisi namanya, seorang pembalap asal Uni Emirat Arab (UEA).
Amna adalah pembalap pertama dari UEA yang dikenal sebagai pionir pendobrak sejumlah sejarah perempuan di dunia motorsport di UEA maupun dunia. Prestasinya mencakup keikutsertaan pada kompetisi internasional seperti Formula 4, Formula E, hingga Porsche Carrera Cup Asia.
Lebih tepatnya, ia merupakan perempuan Arab pertama yang tampil dan mengikuti sesi tes resmi di kejuaraan Formula E (2018). Ia juga perempuan pertama yang mengikuti seri Formula 4 di Eropa dan perempuan pertama yang penang di ajang Formula 4 UEA. Torehan lainnya, ia tampil sebagai perempuan Arab pertama yang lolos di RMC World Finals serta perempua pertama yang mengikuti F1 Academy, dan masih banyak lagi.

Di awal tahun 2026 ini, ia sukses menyita perhatian publik karena berhasil menjadi perempuan pertama yang berkompetisi di kelas Pro Porsche Carrera Cup Asia. Dikutip dari laman Racers Behind the Helmet, pembalap yang tergabung dengan Tim Jebsen ini memulai debutnya pada ajang tersebut di Sirkuit Internasional Shanghai sebagai pendukung Grand Prix China pada Maret lalu.
Belum lama ini, ia juga secara resmi menjadi brand ambassador global untuk brand kecantikan Indonesia, Wardah, yang juga menjadi sponsor dari Amna di Porsche Carrera Cup 2026. Kemunculannya sebagai "Wardah's New Global Face" ini menyoroti perjalanan Amna sebagai perempuan yang telah memiliki ambisi menjadi pembalap sejak kecil dan perjalanannya menggapai mimpi tersebut.
Diketahui, perempuan kelahiran 28 Maret 2000 ini adalah putri dari Khaled Al Qubaisi, pengusaha dan pembalap Emirat yang pernah menjabat sebagai CEO dari Real Estate and Infrastructure Investment di Mubadala Investment Company.

Karena itu, Amna tak lagi asing dengan dunia balap sejak kecil. Dilansir dari Instagram Wardah, Amna telah yakin untuk menekuni bidang yang sama dengan sang ayah sejak masih berusia 14 tahun. Dengan dukungan dari keluarga dan juga keberanian untuk memilih jalan yang berbeda dari perempuan kebanyakan, ia melangkah masuk ke industri motorsport dengan mantap.
Kecintaannya bermula dari ketertarikan pada karting. Ia memulai karier kartingnya pada tahun 2014 dan menjadi perempuan Arab pertama yang berpartisipasi di Rotax Max Challenge (RMC) World Finals.
Dua tahun kemudian, ia mulai berkompetisi secara internasional, meraih beberapa finis di sepuluh besar, dan memenangkan Kejuaraan RMC UEA di tahun 2017.
Setelah menunjukkan bakatnya di karting, Amna Al Qubaisi mulai naik ke level mobil tunggal (single‑seater) dengan bergabung di kompetisi Formula 4. Di kategori balap ini, ia berlatih bertarung dengan pembalap muda pria berkualitas tinggi, menjadikan F4 sebagai pijakan penting menuju jenjang yang lebih tinggi.

Perjalanannya berlanjut ke kelas yang lebih menuntut, termasuk Formula 3 Asia dan Formula Regional European Championship, seri yang menjadi salah satu jenjang pengembangan bakat menuju FIA Formula 1.
Di sini, meski lingkungan persaingan sangat ketat, Amna konsisten menunjukkan kemampuan teknis dan mental yang kuat, sehingga namanya mulai dikenal bukan hanya sebagai “pembalap perempuan” tapi sebagai pebalap level internasional yang layak berdiri di samping rekan‑rekan satu serinya.
Di sisi lain, Amna juga menjadi bagian dari ekosistem Formula 1 lewat F1 Academy, program yang dirancang untuk memperkuat peluang perempuan di dunia balap otomotif tingkat tinggi. Ia tampil sebagai salah satu perempuan Arab pertama yang ikut seri F1 Academy, sebelum kemudian melanjutkan jejaknya di Porsche Carrera Cup Asia 2026. [rk]