lifestyle

Analog Bag Jadi Tren, Cara Sederhana Kurangi Doomscrolling dan Minimalkan Screen Time

Penulis Rahma K
Apr 05, 2026
Ilustrasi analog bag. (Foto: Pexels/Karolina Grabowska)
Ilustrasi analog bag. (Foto: Pexels/Karolina Grabowska)

ThePhrase.id – Pernah mendengar istilah analog bag? Terminologi ini berkembang dalam beberapa bulan belakangan dan menjadi tren yang diikuti banyak orang. Analog bag adalah sebuah tas yang berisikan barang-barang "analog" atau non-digital untuk mengisi waktu, dibandingkan bermain ponsel.

Analog bag pertama kali dipopulerkan oleh seorang content creator bernama Siece Campbell yang membagikan caranya menghentikan kecanduan membuka ponsel dan melakukan doomscrolling dengan melakukan berbagai aktivitas dari barang-barang yang dibawa di tasnya.

Pasalnya, tanpa disadari, doomscrolling telah menjadi kebiasaan negatif yang menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari banyak orang di dunia. Seiring berkembangnya zaman, semakin banyak pula orang yang mulai sadar akan kecanduan ini dan mencoba mencari cara untuk mengubah kebiasaan buruk tersebut.

Salah satunya adalah dengan menggantinya dengan kegiatan lain yang sama-sama menggunakan tangan. Dalam video-videonya, Siece menyampaikan bahwa sebuah buku yang dibacanya mengatakan kita memerlukan hal lain untuk menggantikan kebiasaan buruk yang ingin kita singkirkan.

@siececampbell Replying to @miranda_ducky what are you putting in yours???? put your phone down right now and go make one it'll take u 10 minutes max. #whimsicallife #whimsywithsiece #analoglife #analogue ♬ original sound - SIECE CAMPBELL

"Aku membaca sebuah buku berjudul The Power of Habit dan intinya adalah kita membutuhkan sesuatu yang lain untuk menggantikan kebiasaan buruk. Jadi, karena aku sering meraih ponselku, maka untuk mengganti kebiasaan itu dan mengubahnya, aku harus memiliki sesuatu yang lain untuk diraih (dengan tangan)," jelasnya.

Beberapa contoh barang yang dibawa di tasnya untuk mengisi waktunya adalah buku TTS, buku mewarnai, alat merajut, novel, sketchbook, pensil warna, kamera polaroid, portable watercolor set, buku planner, majalah, permainan seperti sudoku, dan lain-lain.

Sebagai tren positif, analog bag berhasil memengaruhi banyak pengguna media sosial untuk melakukan hal yang sama. Mereka turut membagikan barang-barang yang ada di tas analog mereka, mulai dari jurnal, puzzle dalam bentuk fisik, buku memecahkan misteri, peralatan menyulam, kartu bermain, dan masih banyak lagi.

Tak sedikit juga yang mengatakan bahwa konsep analog bag telah membantu mereka mengurangi penggunaan media sosial dan ponsel secara keseluruhan. Waktu yang tadinya terbuang untuk scrolling tanpa tujuan kini dapat dialihkan untuk mengasah kreativitas atau menambah ilmu dan juga pengalaman dengan berbagai aktivitas offline.

@siececampbell Been in @Marie Claire Magazine , @Business Insider and sooo many more for this!!! Most effective way to make the days human instead of digital pace. #analogbag #analoglife #whimsywithsiece @Polaroid @Sézane @BAGGU @Papier @Sugar Paper LA ♬ original sound - SIECE CAMPBELL

Siece sendiri mengatakan analog bag telah membantunya mengurangi screen time pada ponselnya dari 7-9 jam dalam sehari menjadi hanya 2-3 jam. Ia memanfaatkan barang-barang di tasnya untuk menggantikan kebutuhan yang tadinya harus ia raih dengan ponsel.

Contohnya adalah mencatat berbagai hal pada aplikasi notepad ia alihkan ke buku jurnal, membuat reminder di kalender ia gantikan dengan mencatatnya di buku planner, mengambil gambar dengan kamera ponsel ia akali dengan menggunakan polaroid karena membantunya tidak melihat foto-foto lain di galeri, dan masih banyak lagi.

Maka dari itu, analog bag tak hanya dapat diisi dengan novel atau permainan semata, tetapi juga barang-barang yang dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap aplikasi di ponsel. Tas ini dapat digunakan di rumah, maupun di luar saat bepergian agar tak selalu membuka smartphone dan melakukan doomscrolling. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic