
ThePhrase.id – Dalam beberapa tahun belakangan, istilah looksmaxxing kerap muncul di berbagai platform media sosial. Tren ini menarik perhatian banyak orang, terutama di kalangan anak muda, karena berkaitan dengan upaya meningkatkan penampilan fisik secara maksimal.
Jika dilihat dari asal katanya, looksmaxxing adalah istilah yang berasal dari kata “looks” atau penampilan dan “maximizing” atau memaksimalkan. Istilah ini merujuk pada berbagai usaha yang dilakukan seseorang untuk meningkatkan daya tarik fisiknya hingga ke versi terbaik dari dirinya.
Cara untuk meningkatkan daya tarik fisik ini beragam, mulai dari perawatan kulit, latihan kebugaran, memilih gaya berpakaian yang cocok, hingga melakukan prosedur bedah kosmetik demi mendapatkan hasil yang diinginkan.
Looksmaxxing umumnya terbagi menjadi dua kategori utama, yakni soft looksmaxxing dan hard looksmaxxing. Seperti namanya, soft looksmaxxing termasuk cara yang relatif lebih aman dilakukan, seperti merawat kulit dengan skincare, olahraga dan menjaga pola makan, memperbaiki gaya berpakaian, dan menata rambut. Sedangkan hard looksmaxxing melibatkan upaya ekstrem seperti prosedur operasi plastik dan perawatan medis tertentu yang mengubah struktur wajah atau tubuh.
Berdasarkan penjelasannya, mungkin tren ini lebih terdengar merujuk pada perempuan. Namun, dalam praktiknya, looksmaxxing justru lebih identik dengan laki-laki. Mengapa? Karena jika melihat historinya, istilah ini pertama kali populer di forum-forum internet yang diikuti oleh laki-laki, terutama yang membahas tentang self-improvement, kencan, dan dinamika sosial.
Dari situlah konsep meningkatkan daya tarik fisik secara maksimal mulai dibahas dan diseriusi, hingga muncul istilah looksmaxxing. Hal ini kemudian menjadi tren seiring berkembangnya media sosial dengan standar penampilan fisik yang tinggi, sehingga mendorong individu untuk melakukan usaha agar terlihat lebih menarik.
Berkat campur tangan media sosial, looksmaxxing kini diadopsi oleh banyak orang dengan tujuan yang berpusat pada dunia maya. Target utamanya memang untuk meningkatkan kepercayaan diri, tetapi juga berimbas untuk mendukung personal branding di media sosial, mengikuti standar dan tren sosial, hingga mencari peluang sosial dan romantis.
Bagi sebagian orang yang tidak memiliki kendali diri yang baik, tren ini dapat memicu tekanan sosial yang berujung pada ketidakpuasan terhadap diri sendiri. Alhasil, mereka berobsesi untuk melakukan berbagai cara, bahkan hingga prosedur ekstrem untuk memenuhi standar yang tidak realistis tersebut.
Oleh karena itu, penting untuk melihat sebuah tren dari dua sisi, yakni positif dan negatifnya. Looksmaxxing memiliki sisi positif untuk mendorong para laki-laki untuk lebih peduli terhadap dirinya sendiri, menjaga kesehatan, dan tampil lebih rapi.
Tetapi sisi negatifnya berpotensi memicu standar kecantikan yang tidak realistis, dan apabila dilakukan secara berlebihan dapat menimbulkan tekanan mental dan sosial, rasa tidak percaya diri, hingga perbandingan diri yang tidak sehat. [rk]