auto

Apa Perbedaan Mengisi Angin Ban dengan Nitrogen dan Angin Biasa?

Penulis Rahma K
Dec 15, 2023
Ilustrasi mengisi angin ban. (Foto: pexels/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi mengisi angin ban. (Foto: pexels/Andrea Piacquadio)

ThePhrase.id – Ban kendaraan, baik mobil maupun motor memegang peran vital dalam berkendara karena berhubungan langsung dengan jalanan. Dengan begitu, perawatannya perlu diperhatikan, termasuk kondisi tekanan angin.

Dewasa ini, terdapat dua pilihan pengisian angin pada ban, yakni menggunakan angin biasa atau nitrogen. Namun, tak sedikit masyarakat yang masih awam akan perbedaan, keunggulan, serta kekurangan dari keduanya.

Perlu diketahui bahwa komposisi udara atau angin biasa terdiri dari 78 persen nitrogen, 21 oksigen, dan sisanya gas lain. Sementara itu, nitrogen yang digunakan untuk mengisi ban memiliki konsentrasi 99 persen nitrogen murni.

Karena nitrogen yang digunakan untuk mengisi ban memiliki konsentrasi yang murni, maka nitrogen bersifat kering dan tidak mengandung uap air. Berbeda dengan angin biasa yang memiliki kandungan oksigen dengan kandungan air.

Dengan begitu, jika angin biasa diisikan pada ban maka di dalamnya juga terkandung uap air. Hal ini menjadi salah satu kekurangan dari angin biasa untuk ban karena uap air akan menguap dalam suhu yang meninggi.

Contohnya adalah di cuaca tropis ataupun jika suhu di dalam ban meningkat. Apabila hal ini terjadi, maka tekanan pada ban akan menjadi lebih berat dan dapat menyebabkan ban pecah. Tak hanya itu, air yang menguap juga dapat menempel pada permukaan karet ban dan membuat karet menjadi lebih cepat keras.

Hal tersebut tak akan terjadi pada ban yang diisi dengan nitrogen karena nitrogen tidak mengandung uap air. Terlebih lagi, nitrogen memiliki tingkat pemuaian yang rendah sehingga tahan terhadap suhu yang tinggi.

Apa Perbedaan Mengisi Angin Ban dengan Nitrogen dan Angin Biasa
Ilustrasi tempat pengisian nitrogen. (Foto: Instagram/greennitrogen)

Dari sisi kestabilan, nitrogen juga memiliki tekanan yang lebih stabil sehingga karet ban tak mudah rusak akibat benturan-benturan. Berbeda dengan angin biasa yang harus selalu dijaga tekanannya, dan juga dapat keluar melalui pori-pori ban.

Keunggulan lain dari mengisi angin ban dengan nitrogen adalah hemat bahan bakar. Salah satu penyebab bahan bakar yang boros adalah kurangnya tekanan pada ban. Dengan tekanan yang kurang, maka mesin akan membutuhkan tenaga yang lebih besar untuk bekerja, yang mana diambil dari bahan bakar.

Dengan begitu, kembali ke poin tekanan angin. Karena tekanan angin nitrogen stabil, maka akan lebih hemat bahan bakar. Berbeda dengan angin biasa yang terus berkurang, maka menghambat laju mobil dan membuat mesin bekerja lebih keras dan boros bensin.

Lantas, apa kekurangan dari nitrogen? Kekurangan dari nitrogen adalah harganya yang relatif lebih mahal dibandingkan angin biasa. Pengisian satu ban nitrogen berkisar pada Rp5 ribu, sementara angin biasa berkisar Rp 2 ribu.

Perlu diketahui juga bahwa tidak disarankan untuk mencampur angin biasa dengan nitrogen. Dilansir dari Auto2000, mencampur nitrogen dengan angin biasa menyebabkan tekanan udara tidak stabil dan suhu ban lebih cepat panas. Perbedaan tekanan kedua angin tersebut dapat menyebabkan ban meledak.

Bagaimana jika telah tercampur? Anda dapat membawa ke tempat pengisian angin yang diinginkan, baik angin biasa ataupun nitrogen dan meminta untuk dikuras terlebih dahulu sebelum diisikan dengan angin baru yang penuh tanpa campuran.

Itu dia perbedaan, keunggulan, dan kekurangan dari angin biasa dan nitrogen untuk angin ban. Nitrogen memang lebih unggul, tetapi pilihan berada di tangan pemilik mobil. Namun, catat hal-hal yang perlu diperhatikan dari kedua pengisian angin tersebut ya! [rk]

 
Related News

Popular News

 

News Topic