figure

Arief Kamarudin, Pemuda yang Melawan Invasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung

Penulis Rahma K
Mar 11, 2026
Arief Kamarudin. (Foto: Instagram/ariefkamarudin)
Arief Kamarudin. (Foto: Instagram/ariefkamarudin)

ThePhrase.id – Di atas bebatuan licin di dasar sungai dan di sela-sela akar tanaman air Sungai Ciliwung, seorang pemuda bernama Arief Kamarudin melakukan aksinya menangkap ikan sapu-sapu dalam diam. Niatnya murni untuk menyelamatkan lingkungan, terutama sungai yang telah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil.

Sebagaimana diketahui, ikan sapu-sapu adalah sebuah spesies invasif yang berbahaya bagi ekosistem perairan. Ikan yang berasal dari Amerika Selatan ini mampu bertahan hidup di air yang tercemar, berkembang biak dengan cepat, pemakan segala alias omnivora, minim predator, hingga sulit mati.

Kehadirannya di Sungai Ciliwung memberikan ancaman yang besar bagi ekosistem perairan. Dilansir dari Kompas.com, peneliti senior Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Dyah Marganingrum mengatakan bahwa keberadaan ikan sapu-sapu menandakan telah terjadi gangguan keseimbangan ekosistem.

Arief Kamarudin  Pemuda yang Melawan Invasi Ikan Sapu Sapu di Sungai Ciliwung
Arief Kamarudin. (Foto: Instagram/ariefkamarudin)

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa apabila spesies ini semakin mendominasi, maka ikan sensitif dapat menghilang dan Sungai Ciliwung akan memasuki fase krisis ekologis. 

Hal ini dirasakan langsung oleh Arief yang sejak kecil telah akrab dengan sungai terpanjang di wilayah DKI Jakarta tersebut. Menjala ikan di Sungai Ciliwung bersama sang ayah telah menjadi kegiatan rutin yang tak pernah tertinggalkan.

Namun, seiring berjalannya waktu, ikan yang dulu kerap ia tangkap seperti baung, mujair, dan keting satu per satu mulai menghilang. Ia justru menemukan spesies lain, yang setelah ia perhatikan, semakin banyak populasinya, seolah tak terbendung dan berkembang biak secara masif, yakni ikan sapu-sapu.

Pada awalnya, Arief mencari telur sapu-sapu sebagai sampingan untuk tambahan uang dengan menjualnya seharga Rp5.000 per bonggol kepada pemancing di Sungai Ciliwung. Seiring berjalannya waktu, matanya terbuka oleh bahaya yang disebabkan ikan ini pada lingkungan.

Arief baru memahami dampak ekologis dari masifnya populasi ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung setelah belajar dan mengalaminya secara langsung di lapangan. Menurutnya, dampak ini begitu nyata, karena populasi ikan lainnya kian menipis akibat sapu-sapu yang dapat memakan sumber makanan ikan lain.

"Akibatnya, ikan-ikan lain kalah saing, rantai makanan jadi putus. Bukan cuma ikan, tapi juga burung. Dulu burung pemakan ikan masih sering terlihat, sekarang hampir tidak pernah," ungkapnya.

Melihat sungai yang mengisi masa kecilnya kian berubah, Arief tak mau lagi tinggal diam. Dimulai dari permasalahan sampah yang memenuhi aliran sungai, hingga populasi ikan sapu-sapu yang menginvasi dan menghilangkan ikan sungai yang dulu ditemukannya dengan mudah, menjadi latar belakang aksinya membasmi ikan sapu-sapu.

Kegiatan yang ia lakukan di samping profesinya sebagai fotografer lepas ini juga ia dokumentasikan dan ia bagikan ke media sosial. Sebelum fokus membasmi sapu-sapu, Arief memang telah aktif membuat konten soal menjala dan ikan.

Namun, setelah pemahamannya tentang bahaya ikan sapu-sapu meningkat, Arief mulai membuat konten tentang ikan sapu-sapu. Respons yang besar menjadi edukasi tersendiri bagi publik. Karena itu, ia semakin rajin membuat video tentang kegiatannya sebagai pembasmi ikan sapu-sapu.

Meski dalam praktiknya berbagai risiko harus ia hadapi ketika terjun langsung ke sungai, seperti kulit gatal-gatal, iritasi, luka, hingga terpapar bakteri E. coli dari limbah di sungai, serta potensi bertemu dengan ular, Arief tak menyerah.

Ia terus melakukan kegiatan mulia ini demi misi menyelamatkan lingkungan yang dijunjungnya, walaupun ia sadar bahwa perjuangannya melawan invasi ini bagaikan menimba air laut. Dari Arief, kita belajar bahwa kepedulian tak harus diawali dengan kebijakan besar, tetapi bisa dimulai dari sepasang tangan yang rela kotor dan gatal demi kebaikan di masa depan. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic