Azyumardi Azra, Pemikir Islam Moderat dan Sederhana itu Telah Pergi

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Prof Azyumardi Azra, pemikir Islam moderat dan terbaik yang dimiliki bangsa ini telah dipanggil Allah SWT setelah dirawat di rumah sakit di Malaysia. Azyumardi Azra menghebuskan nafas terakhir di RS Serdang, Selangor, Malaysia, Minggu 18 September 2022 pukul 12.30 waktu Malaysia.

Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Budi Agustono yang berada di satu pesawat dengan Prof Azyumardi menuju Malaysia mengatakan sempat diskusi panjang lebar tentang situasi kontemporer Islam di Indonesia. Selama di pesawat, mereka berdiskusi tentang posisi masyarakat sipil di Indonesia.

Budi menuturkan, Prof Azra meski pemikir islam terkemuka tapi ia sangat sederhana. Ia masih menenteng tas kresek putih berisi minuman mineral dan beberapa potong roti untuk mengganjal perut dan membasahi tenggorokan di kala haus.

“Sepanjang seratus dua puluh menit kami bercakap di udara. Percakapan bergizi bersama guru besar yang jujur, berintegritas dan kritis terhadap persoalan bangsa,” imbuh Budi.

Menurut Budi, 20 menit jelang mendarat di Kuala Lumpur International Airport, Prof Azyumardi batuk tak berhenti, keringat dingin dan segera mendapat pertolongan oleh pramugari.

Kabar meninggalkan Prof Azyumardi dibenarkan oleh Prof Sonny Zulhuda Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia. Ia mengatakan, sejak semalam Prof Azra mengalami koma.

“Dari semalam masih koma, dan baru saja dikonfirmasi ke saya oleh Bapak Yoshi Iskandar Kabid Sosbud KBRI yg berkomunikasi dengan Staf KBRI yang standby di RS Serdang, Selangor. Wafat pukul 12.30 waktu Malaysia,” ujarnya.

Duta Besar Indonesia untuk Kuwait Lena Maryana Mukti menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Prof Azyumardi Azra.

“Sungguh kehilangan yang amat besar atas tokoh pembaharu UIN. Di tangan Almarhum, IAIN bertransformasi menjadi UIN modern,” imbuhnya.

Azyumardi Azra merupakan ahli sejarah yang selalu membawa pemikiran Islam yang moderat sehingga diterima oleh hampir semua kalangan.

Ia tidak hanya diterima kaum muslim Indonesia tetapi muslim dunia. Tak terhitung jumlahnya forum-forum internasional yang mengundang Azyumardi Azra untuk memberikan pemaparan dan pemikiran tentang Islam khususnya Islam di Indonesia dan Asia Tenggara.

Selain sebagai pemikir Islam, Azyumardi Azra saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pers untuk masa bakti 2022-2025.

Azyumardi lahir 4 Maret 1955. Azra merupakan lulusan Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta pada tahun 1982. Ia kemudian memperoleh beasiswa Fullbright pada Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah, Columbia University pada 1988. Dia juga mendapatkan beasiswa Columbia President Fellowship di Departemen Sejarah dan meraih gelar MA keduanya pada 1989.

Tiga tahun kemudian, dia menambah gelar Master of Philosophy (MPhil) dari Departemen Sejarah, Columbia University tahun 1990 dan Doctor of Philosophy Degree dengan disertasi berjudul “The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Network of Middle Eastern and Malay-Indonesian ‘Ulama in the Seventeenth and Eighteenth Centuries.”

Prof Azra menjabat Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 1998. Ia merupakan rektor yang dipilih mahasiswa untuk menggantikan Prof Quraish Shihab yang diangkat Presiden Soeharto menjadi Menteri Agama RI.

Azra membawa perubahan besar bagi IAIN yang bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Bangunan kampus lama pun disulap menjadi gedung 7 tingkat. Azra juga merintis berdirinya Fakultas Kedoktetan dan Fakultas Sains dan Teknologi serta Kelas Internasional. *

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you