
ThePhrase.id – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026) mengakibatkan meluapnya sungai dan menyebabkan banjir bandang di sejumlah kecamatan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan, berdasarkan data Pos Curah Hujan Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Dingin, pada Sabtu (10/10), curah hujan tercatat mencapai 112 mm dalam enam jam. Hujan dengan intensitas tinggi tersebut berlangsung sekitar pukul 12.00 hingga 14.30 WIB.
Dilansir dari laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana ini merendam tiga kecamatan dan enam kelurahan, yakni Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo, serta Kelurahan Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.
Banjir bandang ini merendam permukiman warga, merusak infrastruktur, hingga menutup akses jalan. Tercatat, sekitar 120 rumah dilaporkan terdampak, empat unit rumah rusak sedang, dan satu unit rumah rusak berat.
Akses jalan di wilayah Kuranji, lebih tepatnya di sekitar lokasi PDAM daerah Guo juga terputus, menghambat akses menuju wilayah terdampak. Infrastruktur seperti jaringan irigasi, bendung, tanggul, serta fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) turut terdampak dan rusak.
Sementara itu, jumlah warga yang terdampak banjir mencapai 225 kepala keluarga atau 498 jiwa berdasarkan pendataan sementara. Sedangkan warga yang mengungsi dilaporkan berjumlah lebih banyak, yakni sebanyak 672 jiwa dan tersebar di tiga lokasi.
Tim SAR gabungan dilaporkan telah mengevakuasi sebanyak 238 jiwa, dengan penanganan yang melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, Basarnas Padang, TNI/Polri, BPBD, Dinas Sosial, relawan, dan masyarakat.
Selain evakuasi, bantuan juga telah dikerahkan untuk disalurkan kepada pengungsi dan warga yang terdampak. Perbaikan tanggul yang jebol di daerah aliran sungai Lapau Munggu turut menjadi rekomendasi penanganan untuk mendukung upaya pengurangan risiko banjir. [rk]