lifestyleRelationship

Banksying: Saat Pasangan Sudah Bersiap Pergi Jauh Sebelum Memutus Hubungan

Penulis Rahma K
Jun 14, 2026
Ilustrasi pasangan yang berada dalam toxic relationship. (Foto: Magnific/Drazen Zigic)
Ilustrasi pasangan yang berada dalam toxic relationship. (Foto: Magnific/Drazen Zigic)

ThePhrase.id – Tak semua tren kencan yang naik daun adalah hal yang positif. Banksying adalah salah satu contoh tren kencan yang negatif tetapi istilahnya menjadi viral di media sosial. Namun, apa arti dari Banksying?

Dilansir dari Psychology Today, Banksying mengacu pada orang yang merencanakan perpisahan dengan pasangannya dari jauh-jauh hari dan secara bertahap menjauhkan diri dari hubungan tersebut selama beberapa waktu hingga perpisahan akhirnya terjadi.

Konsep perpisahan ini dinilai toxic atau tidak sehat dan jahat karena orang yang melakukan Banksying memiliki banyak waktu untuk menyesuaikan diri dengan perpisahan tersebut, tetapi tidak memberi tahu pasangannya hingga waktu perpisahan tiba.

Melansir VICE, Amy Chan, seorang pelatih kencan dan penulis buku mengatakan pada USA Today bahwa perilaku Banksying marak terjadi di aplikasi kencan. Ia menilai Banksying sebagai tindakan yang egois dan menunjukkan kurangnya kematangan emosional dalam menangani konflik.

"Orang yang menarik diri (pelaku Banksying) mendapatkan kesempatan untuk memproses perpisahan dengan caranya sendiri, sebelum mereka menyampaikan perpisahan kepada pasangannya, yang mana akan mengejutkan. Itu egois dan menunjukkan kurangnya kematangan emosional dan cara menangani konflik yang berakar pada penghindaran," jelasnya.

Banksying juga disebut bukan kehilangan minat dalam suatu hubungan, tetapi keinginan untuk meninggalkan pasangan secara licik, yakni dengan menarik diri secara perlahan tanpa memberi penjelasan. Tren kencan ini juga dilakukan dengan sengaja dan sadar.

Orang yang melakukan Banksying akan merencanakan penarikan diri yang cermat agar pasangan tidak curiga. Sehingga, ketika perpisahan akhirnya terjadi, pasangan akan merasa terkejut dan tersakiti. Sementara pelaku Banksying tak merasa begitu dirugikan karena telah menyiapkan diri terlebih dahulu.

Lantas, mengapa seseorang melakukan Banksying?

Seseorang melakukan Banksying karena telah ingin keluar dari hubungan, tetapi belum siap atau tidak berani benar-benar mengakhirinya. Mereka juga takut menghadapi konflik atau rasa sakit saat putus dilakukan secara langsung, jadi mereka menundanya dan mempersiapkan diri sendiri terlebih dahulu.

Selain itu, alasan orang melakukan Banksying adalah karena mereka dan pasangannya masih terikat secara emosional, sosial, atau finansial, sehingga terdapat ketergantungan tertentu yang tidak memungkinkan untuk memutus hubungan dengan cepat.

Agar tidak mengalami Banksying, ketahui tanda-tanda yang dapat dideteksi dari pasangan. Pertama, pasangan mulai menghindari pembicaraan serius, baik terkait perasaan atau bahkan masa depan. Kedua, pasangan mulai mengurangi kontak fisik secara bertahap dengan menghindar lewat berbagai alasan.

Pasangan juga akan terlihat lebih terdistraksi ketika sedang berkomunikasi, tidak antusias menanggapi berbagai cerita atau bahkan kekhawatiran yang dilontarkan pasangan. 

Tak sedikit orang yang mungkin menyadari bahwa tanda-tanda tersebut sebagai hal yang tak wajar, tetapi mereka memilih untuk mewajarkan hal tersebut dengan alasan mungkin pasangan sedang merasa lelah dan ada masalah pekerjaan.

Tetap waspada dan jalin komunikasi yang terbuka dengan pasangan. Tujuannya adalah agar apabila hubungan memang tak lagi dapat dipertahankan, kedua pihak dapat mencapai kesepakatan sehingga perpisahan tidak hanya merugikan satu pihak. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic