
ThePhrase.id – Dalam beberapa tahun terakhir, wisata malam menjadi pilihan banyak orang di dunia untuk menghabiskan waktu saat berlibur. Di antara berbagai pilihan wisata malam, ada satu wisata yang populer, yakni astrotourism.
Astrotourism adalah wisata yang berfokus pada menikmati langit malam, mengamati benda langit, menyaksikan peristiwa langit, hingga mengunjungi observatorium dan planetarium untuk mempelajari benda-benda luar angkasa.
Meski langit bisa dilihat dari mana saja di muka bumi, mengamati benda langit secara spesifik dan jelas tak bisa dilakukan di mana saja. Dilansir dari laman Kementerian Pariwisata, mengamati benda langit perlu dilakukan di tempat yang bebas polusi udara dan cahaya, serta pada cuaca yang cerah.
Dengan demikian, tak heran jika orang-orang rela bepergian ke tempat yang jauh untuk mengamati bintang dan benda langit. Terlebih lagi, apabila wisatawan ingin melihat benda langit yang spesifik, mereka perlu mengunjungi destinasi tertentu.
Terdapat beberapa kegiatan astrotourism yang dapat dilakukan wisatawan, pertama adalah stargazing, yakni menikmati keindahan bintang-bintang di langit. Kedua adalah camping under the stars atau berkemah di bawah bintang. Kegiatan ini melengkapi pengalaman stargazing karena langsung tidur "bersama" bintang di alam bebas.
Selanjutnya, ada juga tur aurora, yakni wisata yang khusus untuk memburu aurora borealis, fenomena cahaya alami di langit belahan bumi utara. Fenomena alam yang magis ini hanya bisa dilihat di sejumlah wilayah tertentu di negara seperti Finlandia, Norwegia, Swedia, Islandia, Greenland, Amerika Serikat (Alaska), Kanada, dan Rusia.
Selain mengamati di alam bebas, wisatawan juga dapat melihat benda langit di tempat khusus dengan lebih dekat, yakni di observatorium dengan bantuan teleskop. Sementara itu, kegiatan astrotourism yang bisa dilakukan di dalam ruangan adalah mengunjungi planetarium untuk mempelajari tata surya lewat pertunjukan visual melalui proyektor digital.
Di Indonesia, sejumlah destinasi juga dapat menjadi pilihan untuk astrotourism, seperti Kawah Putih, Taman Nasional Baluran, Raja Ampat, Geosite Sipinsur, Wae Rebo, Dataran Tinggi Dieng, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ranu Kumbolo, dan Pulau Kepa.
Lokasi-lokasi tersebut memungkinkan bintang dan benda langit untuk terlihat lebih jelas, sehingga memanjakan mata para wisatawan yang datang secara khusus untuk mengamatinya. [rk]