auto

Berkenalan dengan Neta, Brand Otomotif Kendaraan Listrik Asal China yang Masuk Indonesia

Penulis Rahma K
Aug 23, 2023
Neta S di GIIAS 2023. (Foto: ThePhrase.id/Fauzan)
Neta S di GIIAS 2023. (Foto: ThePhrase.id/Fauzan)

ThePhrase.id – Pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023, terdapat beberapa brand otomotif yang baru memperkenalkan diri untuk pertama kalinya pada pasar Indonesia. Salah satunya adalah Neta, brand otomotif yang berasal dari China.

Brand yang memproduksi kendaraan listrik ini pertama kali didirikan pada tahun 2014 di China, di bawah naungan Hozon Auto Manufacturing. Produk pertamanya diperkenalkan ke publik pada tahun 2018.

Dimulai dari pasar Tiongkok, Neta kemudian berekspansi ke berbagai negara, termasuk Thailand pada tahun 2022 lalu, dan kali ini Indonesia di pertengahan 2023. 

Mengapa Indonesia? Dilansir dari keterangan tertulisnya, Neta melihat potensi luar biasa untuk pasar otomotif di Indonesia. Hal ini terbukti dari peningkatan angka penjualan otomotif hingga 881 persen dari tahun 2021 hingga 2022 lalu. 

Terlebih lagi, industri kendaraan listrik di Indonesia didukung kebijakan pemerintah, serta langkah-langkah berupa insentif yang dapat membantu pengembangan infrastruktur dan penetrasi kendaraan listrik di pasar otomotif domestik.

Berkenalan dengan Neta  Brand Otomotif Kendaraan Listrik Asal China yang Masuk Indonesia
Neta U di GIIAS 2023. (Foto: ThePhrase.id/Fauzan)

Melalui GIIAS 2023, Neta menghadirkan tiga dari produknya yang dapat dilakukan pre-order oleh masyarakat Indonesia. Ketiga produk tersebut adalah Neta S, Neta U, dan Neta V.

Neta S adalah mobil sports dengan teknologi modern, Neta U adalah sebuah SUV, dan Neta V kendaraan modern dengan teknologi canggih yang ditujukan untuk para generasi muda. Ketiga produk yang diperkenalkan ini adalah mobil listrik.

"Kami sangat bangga dapat menghadirkan produk yang berkualitas tinggi, kami sangat yakin Neta hadir dan berinvestasi demi memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia serta mendukung pemerintah menjadikan industri otomotif yang lebih ramah lingkungan. Kami berharap Neta dapat diterima dengan baik dan dapat bersinergi dengan visi dan misi yang pula di Indonesia," ungkap Presiden Direktur PT Neta Auto Indonesia, Wang Chengjie, Kamis (10/8).

Selain memperkenalkan dan membuka pre-order kendaraan listriknya pada masyarakat Indonesia, Neta juga mengungkapkan bahwa ke depannya, produknya akan dirakit secara lokal di Indonesia, lebih tepatnya pada Q2 2024 mendatang.

Berkenalan dengan Neta

Neta adalah brand otomotif yang didirikan di bawah naungan Hozon Auto Maunfacturing pada tahun 2014. Setelah melalui tahap research and development selama beberapa tahun, Neta akhirnya meluncurkan produknya pertama kali pada tahun 2018. Pada bulan November di tahun yang sama, Neta juga meluncurkan produk mobil listrik pertamanya. 

Berkenalan dengan Neta  Brand Otomotif Kendaraan Listrik Asal China yang Masuk Indonesia
Neta V di GIIAS 2023. (Foto: ThePhrase.id/Fauzan)

Pada akhir tahun 2019, atau satu tahun lebih dari pertama kali diperkenalkan kepada pasar Tiongkok, brand ini telah berhasil mencatatkan angka produksi hingga 10.000 unit. Tiga tahun setelah itu, lebih tepatnya pada 2022 silam, angka penjualan dari Neta tercatat amencapai 150.000 unit.

Lebih tepatnya, total penjualan Neta di akhir tahun 2022 adalah 152.073 unit. Angka ini adalah hasil penjualan dari lima model yang telah dijual di negara asalnya, dan juga negara lain yang menjadi jangkauan ekspansi.

Angka ini membawa Neta menjadi start up otomotif nomor 1 dan nomor 9 di antara pemain kendaraan listrik di China. Neta juga menjadi brand start-up EV pertana di China dengan volume penjualan tahunan melebihi 150.000 unit.

Terlebih lagi, Neta juga menjadi brand kendaraan listrik dengan pertumbuhan tercepat di tahun 2021 karena memiliki tingkat pertumbuhan dua kali lipat dari rata-ata angka pertumbuhan industri kendaraan listrik di China.

"Kunci berdirinya Neta adalah inovasi dan teknologi pintar yang kami sematkan karena menurut kami, mobil dengan teknologi digital lebih dari sekedar mobil biasa. Kami mengembangkan tiga pusat penelitian dan pengembangan produk untuk dapat memaksimalkan produksi dan perakitan mobil listrik dengan kualitas tinggi an inovasi terbaik, yang kami sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," ungkap Wang Chengjie. [rk]

 
Related News

Popular News

 

News Topic