figure

Dari Intuisi ke Podium Tertinggi, Kisah Lucas Pinheiro Braathen Ukir Sejarah di Olimpiade Musim Dingin 2026

Penulis Rahma K
Feb 18, 2026
Lucas Pinheiro Braathen di Olimpiade Musim Dingin 2026. (Foto: Instagram/jogosolimpicos/Rafael Bello/COB)
Lucas Pinheiro Braathen di Olimpiade Musim Dingin 2026. (Foto: Instagram/jogosolimpicos/Rafael Bello/COB)

ThePhrase.id – Sejarah baru tercatatkan di Olimpiade Musim Dingin atau Winter Olympics 2026. Atlet ski alpine bernama Lucas Pinheiro Braathen berhasil menjadi atlet pertama asal Brasil dan Amerika Selatan yang meraih medali di gelaran Olimpiade Musim Dingin sepanjang masa.

Tak tanggung-tanggung, medali yang dimenangkan Lucas langsung emas. Ia mengalahkan dua bintang asal Swiss, Marco Odermatt dan Loïc Meillard yang masing-masing membawa pulang medali perak dan perunggu.

Kemenangan ini ia torehkan pada nomor giant slalom di Milano Cortina 2026, Sabtu (14/2). Lucas mengaku, saat bertandingan berlangsung, ia hanya bermain ski sesuai dengan intuisi dan hatinya. Tak disangka, ternyata hal tersebut mengantarkannya pada medali emas yang bersejarah.

"Saya bermain ski sepenuhnya dengan intuisi dan hati saya hari ini, dan itulah yang memungkinkan saya menjadi juara Olimpiade. Ini tidak ada hubungannya dengan medali, tidak ada hubungannya dengan sejarah yang berpotensi saya torehkan. Saya hanya ingin bermain ski sebagai diri saya sendiri. Saya tahu saya bisa menjadi yang terbaik di dunia jika saya melakukannya dengan kemampuan terbaik saya," beber Lucas, dikutip dari laman resmi Olimpiade.

Dari Intuisi ke Podium Tertinggi  Kisah Lucas Pinheiro Braathen Ukir Sejarah di Olimpiade Musim Dingin 2026
Lucas Pinheiro Braathen meraih medali emas di Olimpiade Musim Dingin 2026. (Foto: Instagram/jogosolimpicos)

Menjadi diri sendiri memang merupakan sebuah cara berkompetisi yang ampuh dan digunakan oleh banyak atlet. Dengan hanya fokus bermain ski dan memberikan yang terbaik, atlet berusia 25 tahun ini sukses mempertontonkan performa yang gemilang.

Catatan waktu yang ia torehkan pada pertandingan tersebut adalah 1 menit 13,92 detik pada luncuran pertama dan 1 menit 11,08 detik pada luncuran kedua. Secara total, waktu yang dibukukannya adalah 2 menit 25,00 detik, lebih cepat 0,58 detik dari juara bertahan Marco Odermatt yang harus puas dengan posisi kedua.

Kemenangan ini bukanlah kebanggaan pertama bagi Lucas di Olimpiade Musim Dingin 2026. Sebelumnya, ia juga merasakan kebahagiaan karena dipercaya menjadi pembawa bendera atau flag bearer untuk negara Brasil di upacara pembukaan Olimpiade, Jumat (6/2).

Kini, ia tak mampu menahan rasa senang yang membuncah ketika melihat bendera negaranya dikibarkan tinggi untuk pertama kalinya pada upacara pemberian medali Olimpiade Musim Dingin, hanya delapan hari setelah menjadi flag bearer.

Dari Intuisi ke Podium Tertinggi  Kisah Lucas Pinheiro Braathen Ukir Sejarah di Olimpiade Musim Dingin 2026
Lucas Pinheiro Braathen (tengah) saat menjadi flag bearer di upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026. (Foto: Instagram/pinheiiiroo)

Lucas berharap kemenangannya dapat menjadi inspirasi bagi anak muda asal Brasil lainnya. Menurutnya, anak muda dapat mengejar mimpi mereka apa pun itu, terlepas dari tempat asal, asalkan mereka menjadi diri sendiri.

"Saya berharap dapat menginspirasi beberapa anak di luar sana bahwa, terlepas dari apa yang mereka kenakan, terlepas dari penampilan mereka, terlepas dari asal mereka, mereka dapat mengikuti impian mereka sendiri dan menjadi diri mereka yang sebenarnya. Karena itulah sumber kebahagiaan sejati dalam hidup," tuturnya.

Profil Lucas

Lucas Pinheiro Braathen adalah atlet yang lahir di Oslo, Norwegia, pada 19 April 2000. Ia memiliki kewarganegaraan ganda, yakni Norwegia dari sang ayah dan Brasil dari sang ibu. Karena itu, ia juga fasih berbahasa Norwegia dan Portugis.

Dari Intuisi ke Podium Tertinggi  Kisah Lucas Pinheiro Braathen Ukir Sejarah di Olimpiade Musim Dingin 2026
Lucas Pinheiro Braathen. (Foto: Instagram/pinheiiiroo)

Masa kecilnya ia habiskan di dua negara yang berbeda. Ketika orang tuanya bercerai saat usianya masih tiga tahun, Lucas ikut dengan ibunya dan tinggal di Campinas, Brasil. Namun, ketika mulai beranjak besar, ia kembali ke Norwegia dan tinggal bersama sang ayah sembari secara rutin mengunjungi Brasil.

Besar di Norwegia membuatnya berkenalan dengan olahraga musim dingin ski sejak masih berusia tiga tahun. Namun, ia baru menekuni olahraga tersebut dan berlatih dengan serius saat berusia sembilan tahun. Sebelumnya, ia lebih fokus bermain sepak bola, kecintaan yang turun dari darah Brasil ibunya.

Lucas mulai mengikuti kompetisi secara profesional di tahun 2018. Di tahun tersebut, sebagai representasi Norwegia, ia mengikuti World Junior Alpine Skiing Championships 2018 dan debut di FIS World Cup 2018. Di tahun 2019, ia memenangkan medali perak pertamanya pada World Junior Alpine Skiing Championships 2019, lebih tepatnya di nomor Super-G. 

Sementara itu, podium perdananya di kejuaraan senior adalah pada FIS Alpine Ski World Cup 2020 di Sölden, Austria, di nomor giant slalom. Kemenangan selanjutnya ia raih pada tahun 2022, ketika ia meraih medali slalom pertamanya lewat Lauberhorn World Cup.

Dari Intuisi ke Podium Tertinggi  Kisah Lucas Pinheiro Braathen Ukir Sejarah di Olimpiade Musim Dingin 2026
Lucas Pinheiro Braathen. (Foto: Instagram/pinheiiiroo)

Secara total, selama mewakili Norwegia dari tahun 2018 hingga 2023, atlet yang memiliki tinggi badan 183 cm ini telah meraih lima medali emas, empat medali perak, dan tiga medali perunggu dari nomor slalom dan giant slalom. Ia juga pernah tampil di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 sebagai wakil Norwegia, tetapi belum berhasil membawa pulang medali.

Pada tahun 2023, secara mengejutkan Lucas mengumumkan keputusan untuk pensiun dari World Cup ski alpine. Usut punya usut, ternyata ia sempat terlibat perselisihan dengan Federasi Ski Norwegia terkait hak sponsor dan citra atlet.

Setelah absen selama satu musim (2023-2024), ia kembali ke dunia ski alpine pada tahun 2024, tetapi beralih mewakili Brasil. Dengan bendera baru ini, ia kembali bertanding di Kejuaraan Dunia dan mengikuti Olimpiade.

Tercatat, sejak mewakili Brasil, ia telah meraih satu medali emas, tujuh medali perak, dan dua medali perunggu dari podium World Cup. Ia juga akhirnya meraih medali perdananya di Olimpiade Musim Dingin di tahun 2026. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic